Kompas.com - 31/03/2016, 19:28 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Pepatah Inggris yang berbunyi “If it seems good to be true, it probably is” agaknya dijadikan pedoman oleh publik India dalam menyikapi produk smartphone Freedom 251 dari sebuah pabrikan lokal bernama Ringing Bells.

Pasalnya, Freedom 251 yang dibanderol dengan harga 4 dollar AS atau tak sampai Rp 60.000 itu dipandang kelewat murah.

Ringing Bells pun dilaporkan ke polisi oleh Kirit Somaiya, pimpinan dari partai politik terbesar di India, Bharatiya Jananta. Dalam aduannya, Somaiya menuding bahwa Ringing Bells telah berbuat curang dan menipu konsumen.

Bagaimana mungkin smartphone 4 inci dengan chip quad-core, RAM 1GB, dan koneksi 3G dijual dengan harga setara kopi di kafe, tanpa subsidi dari operator pula? Begitu kurang lebih tuduhan Somaiya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Kamis (31/3/2016).

Kecurigaan makin menjadi lantaran Freedom 251 tak lain merupakan hasil re-brand asal-asalan dari smartphone Ikon 4 bikinan pabrikan China bernama Adcom.

Begitu asal-asalannya, brand “Adcom” di muka perangkat cuma ditutup stiker berwarna putih.

Di China, Ikon 4 dijual dengan harga 60 dollar AS atau berkali-kali lipat harga jual Freedom 251 yang diklaim sebagai smartphone termurah di dunia.

Belum jelas seperti apa “kecurangan” yang dilakukan oleh Ringing Bells. Perusahaan itu sendiri hingga kini masih belum terbukti melakukan tindakan ilegal apapun.  

Namun, polisi sudah meminta dokumen resmi dari Ringing Bells untuk menjelaskan bagaimana Freedom 251 bisa dijual dengan harga luar biasa murah tanpa melanggar hukum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.