Tokopedia Dikabarkan Dapat Investasi Rp 1,9 Triliun

Kompas.com - 11/04/2016, 13:08 WIB
Pendiri dan CEO Tokopedia.com, William Tanuwijaya Dokumentasi Tokopedia.comPendiri dan CEO Tokopedia.com, William Tanuwijaya
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tokopedia baru saja mendapatkan kucuran dana segar 147 juta dollar AS atau setara Rp 1,9 triliun dalam ronde pembiayaan terbarunya.

Informasi mengenai kucuran dana tersebut dikonfirmasi oleh sejumlah sumber. Namun mereka meminta namanya dirahasiakan karena terkait ketentuan dan investor yang sangat dirahasiakan.

Tambahan dana segar ini berarti Tokopedia telah mengantongi total investasi senilai 247,7 juta dollar AS atau setara Rp 3,2 triliun.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Tech in Asia, Senin (11/4/2016), Chief Executive Officer Tokopedia Wiliam Tanuwijaya tak memberikan jawaban atau sanggahan saat ditanya mengenai investasi tersebut.

Sedangkan tim komunikasi publik Tokopedia juga memberi jawaban senada, mereka tidak menyanggah juga tidak membenarkan investasi senilai kurang lebih Rp 1,9 triliun itu.

“Kalau soal itu, kami belum bisa berikan konfirmasi apapun. Nanti saya akan beri tahu setelah ada update,” ujarnya saat dihubungi KompasTekno.

Sekadar diketahui, pada 2011 silam, Wiliam mengungkap bahwa setiap bulan ada 1,2 juta barang yang terjual dengan nilai transaksi Rp 2,6 miliar di Tokopedia.

Kemudian pada Oktober 2014 lalu Tokopedia mendapatkan kucuran dana perdananya senilai 100 juta dollar AS atau setara dengan Rp 1,2 triliun. Investasi tersebut dipimpin oleh SoftBank Internet and Media Inc dan diikuti oleh Sequoia Capital.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X