Setelah Batam, Asus Bakal Produksi Zenfone di Surabaya

Kompas.com - 18/04/2016, 11:13 WIB
Model menunjukkan smartphone Asus Zenfone 2 dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa (21/4/2015) Oik Yusuf/ Kompas.comModel menunjukkan smartphone Asus Zenfone 2 dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa (21/4/2015)
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Perusahaan ponsel asal Taiwan Asustek Computer Inc ( Asus) berencana meningkatkan kandungan lokal ponselnya ( TKDN) dari 75 persen menjadi 100 persen di Indonesia mulai tahun 2016 ini.

Hal itu dilakukan Asus untuk menekan tarif pajak serta menekan harga jual perangkat ponsel-ponselnya di Indonesia. Untuk itu, Asus akan menambah kapasitas produksi ponselnya di Indonesia, dengan bekerja sama dengan pabrik perakit ponsel lokal di Surabaya.

Kabar tersebut pertama kali diungkap oleh Taipei Times, seperti dikutip KompasTekno, Senin (18/4/2016).

Chief Financial Officer Asustek, Nick Wu mengatakan, Asus akan bekerja sama dengan pabrik perakit ponsel PT Sat Nusapersada di Surabaya untuk memproduksi Zenfone di Surabaya, mulai kuartal kedua (2016).

Sebelumnya, Asustek telah bekerja sama dengan PT Sat Nusapersada yang berada di Batam dalam memproduksi Zenfone. Dengan memperluas kerja sama dengan pabrik Sat Nusapersada di Surabaya, diharapkan Asus mampu memenuhi kebutuhan ponsel dalam negeri.

Selain PT Sat Nusapersada, Asustek juga dikabarkan telah berbicara dengan pabrik perakit lain, Arima Communication Corp untuk membuat model Zenfone di pabriknya di Indonesia.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar terbesar bagi Asus. Vendor ponsel asal Taiwan itu mengapalkan 300.000 unit ponsel tiap bulannya ke Tanah Air.

"Sudah saatnya Asus meningkatkan produksi lokal di Indonesia," kata Wu.

Asus sendiri tahun lalu berhasil menjadi vendor ponsel nomor lima di Indonesia dengan raihan pangsa pasar 8,8 persen, menurut survei yang dilakukan Counterpoint.

Pada tahun 2016 ini, CEO Asustek Jerry Shen menargetkan Asus memiliki pangsa pasar sebesar 15 persen di Indonesia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X