Kompas.com - 21/04/2016, 12:36 WIB
Seorang karyawan menikmati film melalui layanan pengaliran video (video streaming) dari Netflix di Jakarta, Senin (18/1/2016). Netflix memudahkan pengguna menikmati hiburan dalam situasi apa pun dan di mana pun selama ada koneksi internet cepat. KOMPAS/HERU SRI KUMOROSeorang karyawan menikmati film melalui layanan pengaliran video (video streaming) dari Netflix di Jakarta, Senin (18/1/2016). Netflix memudahkan pengguna menikmati hiburan dalam situasi apa pun dan di mana pun selama ada koneksi internet cepat.
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Pengelola layanan streaming film Netflix sedang mempertimbangkan untuk menghadirkan fitur menonton secara offline atau mengunduh film bagi para pelanggan.

Kemungkinan tersebut diutarakan langsung oleh CEO Netflix Reed Hastings dalam sesi tanya jawab di sela-sela pengumuman laporan keuangan kuartal pertama tahun 2016 Netflix.

"Kami seharusnya memiliki pikiran yang terbuka untuk ini (nonton film secara offline)," ujar Hastings, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Digital Trends, Kamis (21/4/2016).

Fitur itu sendiri sebenarnya sudah umum dimiliki oleh layanan streaming video on-demand lainnya.

Sejumlah layanan, seperti iTunes, Google Play, Amazon Prime Video, dan Hooq, sudah mengizinkan pelanggannya untuk mengunduh film dan menyimpannya di perangkat selama periode berlangganan.

Namun, Netflix selama ini selalu menolak kehadiran fitur unduh film tersebut. Layanan yang berpusat di Los Gatos, AS, ini beralasan bahwa AS sudah memiliki koneksi internet yang sangat memadai.

Dengan kondisi bahwa Netflix sudah berekspansi secara global, yakni lebih di 190 negara, situasi tersebut tentunya harus berubah. Pasalnya, masih banyak negara yang tidak memiliki kualitas internet sebaik AS.

"Setelah kami berekspansi ke seluruh dunia dan melihat tidak adanya kesetaraan jaringan, ini merupakan suatu hal yang membuat kami harus membuka pikiran," tutur Hastings.

Sayangnya, belum diketahui apakah Netflix benar-benar akan mewujudkan fitur tersebut pada masa mendatang. Jika jadi dihadirkan pun, tampaknya fitur tersebut hanya akan hadir di negara tertentu yang memiliki koneksi internet tidak terlalu baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.