Kompas.com - 22/04/2016, 17:57 WIB
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - XL Axiata (XL) mulai menerapkan teknologi network function virtualization (NFV) pada jaringan telekomunikasi mereka. Teknologi ini dijanjikan bisa membuat koneksi internet tidak berat sebelah, tetap stabil meski trafik sedang dalam kondisi padat.

Vice President Network Planning XL Budi Harjono mengatakan, teknologi NFV bisa membuat pelanggan merasakan internet yang lebih stabil. Terutama saat suatu kawasan sedang dipadati oleh banyak orang.

“Misalnya ketika lebaran, orang-orang Jakarta bergerak ke Surabaya. Kapasitas di Jakarta kan jadi iddle dan Surabaya penuh. Nah, daerah yang penuh ini nanti bisa dibantu oleh kapasitas di Jakarta,” terang Budi.

“Proses ini terjadinya seamless. Jadi pengguna tidak akan merasakan apa-apa, hanya jaringannya tetap bisa dipakai berkomunikasi,” imbuhnya.

NFV sebenarnya bukan barang baru. Teknologi ini dirancang oleh berbagai pemangku kepentingan di industri telekomnunikasi untuk mengatasi masalah mahalnya biaya pembangunan layanan telekomunikasi baru.

Biasanya, operator mesti membangun layanan telekomunikasi menggunakan hardware dan software yang sudah sepaket. Misalnya, bila operator menggunakan satu merek tertentu, maka dia harus mengaplikasikannya ke seluruh jaringan.

Teknologi NFV dipakai untuk mengatasi masalah tersebut. Mereka bisa memakai perangkat  perangkat jaringan dengan merek serta lokasi berbeda dan NFV akan menjadi jembatan yang mengonsolidasikan seluruh rangkaian tersebut untuk menjalankan fungsi tertentu.

Singkatnya, karena rangkaian hardware dan software itu terkonsolodasi maka XL bisa dengan mudah mengatur kebutuhan kapasitas jaringan sesuai dengan situasi. Mereka bisa memakai kapasitas jaringan di Jakarta untuk membantu menopang jaringan di Yogyakarta.

“Implementasi NFV bakal membantu kami menyelenggarakan jaringan 4G LTE. Sekarang teknologi tersebut baru kami aktifkan di mobile packet core 3G dan 4G,” terang Chief Services Management Officer XL Yessie D. Yosetya, di kantor XL, Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Yoga Hastyadi/Kompas.com Chief Services Management Officer XL Yessie D. Yosetya.

Dia menambahkan, saat ini NFV diimplementasikan pada core yang berada di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Pekanbaru. Core di Jakarta menangani 50 persen traffic XL, Surabaya 30 persen, serta Pekanbaru 20 persen. Bandung hanya difungsikan dalam situasi darurat.

Dengan cara tersebut, menurut Yessie, bisa menekan ongkos yang harus dibayarkan operator saat membangun jaringan telekomunikasi baru. Terutama karena mereka tidak perlu membeli paket hardware dan software baru, cukup mengalihkan sesuai kebutuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

e-Business
Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Software
Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Gadget
Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Gadget
Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Software
Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Gadget
Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Gadget
Cara Menampilkan Avatar 3D di 'Always On Display' Oppo Reno 7

Cara Menampilkan Avatar 3D di "Always On Display" Oppo Reno 7

Gadget
Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Software
Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

e-Business
Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, 'Berantakan' dan Pakai Software iPod

Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, "Berantakan" dan Pakai Software iPod

Gadget
YouTuber Minecraft 'Technoblade' Meninggal pada Usia 23 Tahun

YouTuber Minecraft "Technoblade" Meninggal pada Usia 23 Tahun

Software
Video Call WhatsApp Bakal Didukung Fitur Avatar?

Video Call WhatsApp Bakal Didukung Fitur Avatar?

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.