Kompas.com - 02/05/2016, 10:24 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Usai menghabiskan dana miliaran dollar AS dalam usaha mengembangkan bisnis ke ranah smartphone dan tablet, Intel mungkin telah menyerah dan meninggalkan upayanya itu.

Dugaan ini muncul dari kabar yang menyebutkan bahwa raksasa chip tersebut membatalkan pengembangan dua chip Atom untuk mobile, yakni Sofia dan Broxton, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PC World, Senin (2/4/2016).

Sofia dan Broxton merupakan produk pertama yang dibatalkan oleh Intel menyusul rencana perusahaan tersebut untuk mengatur ulang strategi bisnis. Sebelumnya, pada April lalu, Intel telah mengumumkan bakal merumahkan 12.000 karyawannya.

Baca: Fokus ke IoT, Intel Bakal PHK 12 Ribu Karyawan

Intel turut menghentikan produksi chip seri Atom X5 (Cherry Trail). Prosesor ini akan digantikan oleh chip Pentium dan Celeron code name Apollo Like yang lebih menyasar komputer “hybrid” 2-in-1, bukan tablet seperti Atom X5.

“Kami tak lagi memandang tablet sebagai segmen stand-alone. Roadmap produk kami mencerminkan hal itu,” tulis seorang juru bicara Intel melalui e-mail.

“Kami akan terus mendukung para pelanggan tablet dengan Sofia 3G/ 3GR, Bay Trail, dan Cherry Trail untuk saat ini, lalu nanti dengan Apollo Lake dan beberapa SKU dari keluarga prosesor Core,” lanjutnya.

Jaya di netbook, gagal di smartphone

Seri chip Atom sempat mengalami masa jaya saat booming perangkat netbook di dekade lalu. Tapi setelah itu peruntungannya tak cemerlang.

Hanya segelintir pabrikan smartphone ternama yang menggunakan chip Atom di produknya, seperti Asus di lini ponsel Zenfone. Tapi, belakangan Asus pun mulai beralih meninggalkan Intel dan lebih memilih chip dari Qualcomm.

Boleh dibilang Intel gagal menumbangkan ARM yang telah lama meraja di industri gadget mobile.

Sementara, pasaran tablet pun menurun karena para pabrikan PC lebih memilih mengembangkan perangkat hybrid. Keadaan ini membuat Intel seolah kehilangan alasan untuk mempertahankan eksistensi Atom.

Usai hengkang dari ranah mobile, Intel bakal memindahkan fokus ke pengembangan 5G. Sumber daya yang tadinya dipakai mengembangkan Sofia dan Broxton bisa dialihkan untuk membuat chip dan modem 5G.

Teknologi 5G akan menghadirkan koneksi mobile berkecepatan tinggi di berbagai perangkat, termasuk gadget mobile, PC, smartphone, robot, drone, wearable, dan Internet of Things.

Akan halnya Atom, kendati masa depannya belum jelas, ada kemungkinan varian Broxton bisa dipakai di ranah Internet of Things, dalam aneka perangkat dan sensor pintar yang mengumpulkan data dan mengirimnya ke jaringan cloud untuk dianalisa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber PC World

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.