Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kamera Menengah Canon Mulai Tergeser "Mirrorless" Fuji

Kompas.com - 02/05/2016, 15:45 WIB
Oik Yusuf

Penulis

KOMPAS.com - Popularitas kamera mirrorless di Indonesia ternyata mulai mengancam penjualan kamera tipe DSLR tradisional.

Setidaknya untuk merek Canon, sebagaimana diungkapkan oleh Merry Harun, Direktur Divisi Canon PT Datascrip selaku distributor tunggal kamera Canon di Tanah Air.

“Segmen tengah DSLR sedikit termakan oleh mirrorless Fuji, tapi kami masih menguasai segmen atas dan bawah,” ujar Merry ketika ditemui KompasTekno usai acara peluncuran kamera Canon EOS-1DX Mark II di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).

Merry mengatakan serbuan mirrorless cukup berpengaruh pada penjualan DSLR Canon secara keseluruhan, tahun lalu. Tapi dia tidak menyebutkan berapa persisnya pasar kamera DSLR Canon yang tergerus.

“Untuk memperkuat segmen menengah, kami telah menghadirkan kamera-kamra DSLR baru seperti EOS 80D,” ujar Merry.

Selain EOS 80D, di papan tengah, Canon memilki sejumlah produk DSLR lain seperti EOS 760D dan EOS 70D. Rentang harganya mulai Rp 10 juta hingga belasan juta rupiah.

Di pasaran, kamera-kamera ini antara lain berhadapan dengan aneka merek kamera mirrorless yang sama-sama  menduduki segmen menengah, macam Fujifilm X-T10, X-T1, X-E2s, serta model-model dari para pabrikan mirrorless lainnya seperti Sony, Panasonic, dan Olympus.

Masih kecil

Canon sendiri sebenarnya juga memasarkan lini kamera mirrorless di Indonesia, yakni EOS M3 dan EOS M10, namun kedua produk ini termasuk segmen entry level dengan kisaran harga di bawah Rp 10 juta.

Merry mengakui kontribusi kamera mirrorless terhadap penjualan kamera dengan lensa yang bisa diganti-ganti (interchangeable lens) kategori kamera Canon di Indonesia masih terbilang kecil dibandingkan DSLR tradisional.

“Tahun ini, kami targetkan menjual 10.000 unit mirrorless karena masih banyak yang belum tahu bahwa Canon memiliki produk mirrorless. Secara keseluruhan, target penjualan kamera interchangeable lens Canon di 2016 sebanyak 90.000 unit,” katanya.

Di segmen atas, Canon dan Nikon selaku dua pabrikan utama DSLR tradisional masih menguasai pasaran kamera.

Namun, volume penjualan tipe kamera di segmen ini jauh lebih rendah dibanding segmen menengah dan bawah karena memang memiliki harga tinggi dan menyasar kalangan tertentu yang lebih spesifik, seperti studio atau jurnalis foto.

EOS-1DX Mark II yang diluncurkan dalam kesempatan itu, misalnya, sepanjang 2016 ditargetkan terjual sebanyak 150 unit. Penjualannya dimulai pada bulan Mei dengan banderol harga Rp 82,5 juta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Membuat Receiptify Spotify buat Cek Lagu Favorit dengan Daftar Mirip Setruk Belanja

Cara Membuat Receiptify Spotify buat Cek Lagu Favorit dengan Daftar Mirip Setruk Belanja

Internet
Cara Blur WhatsApp Web di Chrome dengan Privacy Extension for Whatsapp Web

Cara Blur WhatsApp Web di Chrome dengan Privacy Extension for Whatsapp Web

Software
Cara Atur Akun Getcontact jadi Anonim biar Tidak Ketahuan jika Cek Nomor Orang Lain

Cara Atur Akun Getcontact jadi Anonim biar Tidak Ketahuan jika Cek Nomor Orang Lain

Software
Leica Rilis Leitz Phone 3, HP dengan Sensor Kamera 1 Inci

Leica Rilis Leitz Phone 3, HP dengan Sensor Kamera 1 Inci

Gadget
OpenAI Pakai Video YouTube untuk Latih GPT-4, Google Beri Peringatan

OpenAI Pakai Video YouTube untuk Latih GPT-4, Google Beri Peringatan

Internet
DJI Umumkan Drone FPV Avata 2, Harga Rp 7 Jutaan dan Lebih Ringan

DJI Umumkan Drone FPV Avata 2, Harga Rp 7 Jutaan dan Lebih Ringan

Gadget
Bolehkah Memotret Gerhana Matahari Total dengan Smartphone, Ini Kata NASA

Bolehkah Memotret Gerhana Matahari Total dengan Smartphone, Ini Kata NASA

Gadget
Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Software
Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Internet
Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Software
HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

Gadget
Spotify Bisa Bikin 'Playlist' Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Spotify Bisa Bikin "Playlist" Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Software
Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Software
Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Hardware
Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Software
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com