Wicak Hidayat

Penulis teknologi yang saat ini terjun bebas ke dunia startup digital. Ia aktif di Code Margonda bersama komunitas lainnya di Depok. Juga berperan sebagai Tukang Jamu di sebuah usaha rintisan bernama Lab Kinetic.

kolom

Renungkan Ini Sebelum Terjun ke Dunia Startup

Kompas.com - 03/05/2016, 11:11 WIB
Ilustrasi Startup The Next WebIlustrasi Startup
EditorReza Wahyudi

Ketika kita bergerak, tentu paling enak adalah jika tahu arahnya mau ke mana. Seorang pengemudi, pasti ingin melihat jalan yang akan dilaluinya. Lebih baik lagi jika ia bisa tahu akan ke mana rutenya, beloknya di mana, mampirnya di mana. Bayangkan kalau Rio Haryanto, misalnya, mengemudi di sirkuit F1 dengan mata tertutup.

Perjalanan hidup, pendidikan, karir dan mungkin juga percintaan, adalah lika-liku yang bagi banyak orang sudah terlihat jelas jalurnya. Kebanyakan remaja mungkin berpikir: pacaran, kalau langgeng bisa sampai tunangan, nikah, punya anak. Atau, seperti sebuah lagu Slank: kecil bersuka, muda terkenal, tua kaya-raya, mati masuk surga!

Demikian juga saat bekerja. Umumnya, jalurnya sudah jelas. Ada hal yang disebut career path, semacam tangga-tangga yang bisa dilalui. Sebuah jalur yang jelas, yang sudah disusun dan siap untuk dilalui bagi mereka yang mau (atau mampu).

Tapi hal yang berbeda saat terjun ke dunia startup. Apalagi buat yang terbiasa menerima gaji dan menjalani career path di perusahaan.

Maka ada benarnya jika orang mengibaratkan startup sebagai roket. Bayangkan pesawat luar angkasa, dalam misi menjelajah semesta raya. Jangan dikira lepas dari Bumi dan Bulan ia akan langsung bertemu Mars. Semesta itu luas dan ruang kosong di antara benda-bendanya itu bisa jadi sesuatu yang tak terbayangkan.

Memulai sebuah startup pun kadang bagai menatap ruang kosong. Tak ada jalur yang sudah dibabat, tak ada papan penunjuk arah. Jika sebelumnya sudah terbiasa dengan kepastian pemasukan di akhir bulan, kini tak ada yang tahu apa yang akan terjadi ke depan.

Bagaimana jika tiba-tiba semuanya terhenti? Dunia digital bisa cepat sekali berubah, seakan hanya sekejap mata saja semuanya sudah berbeda lagi. Lalu, apa yang bisa jadi pegangan?

Menatap ruang kosong, yang bagaikan tanpa ujung itu, jelas menakutkan. Pantas saja banyak yang berkata, dunia startup itu bukan untuk semua orang. Tidak semua bisa jadi entrepreneur.

Dan seberapapun banyaknya tim, support system atau bahkan investor yang Anda punya, akan ada waktu-waktu Anda merasa sungguh-sungguh sendirian. Menatap ruang hampa, gelap, kosong, sendirian, tanpa tahu harus bergerak ke mana.

Dan, ya, saya sedang merasakannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.