Bos "Netflix-nya China" Jelek-jelekkan Apple

Kompas.com - 03/05/2016, 19:33 WIB
CEO LeEco Jia Yueting CNBCCEO LeEco Jia Yueting
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Apple sudah ketinggalan zaman untuk pasar China. Setidaknya itu menurut Jia Yueting, CEO perusahaan teknologi kawakan asal China, LeEco.

Jia berpendapat model bisnis Apple sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman dimana era internet mobile lebih canggih. Selain itu, Jia juga menyindir soal iPhone SE sebagai produk berteknologi rendah.

Pekan lalu, LeEco memperkenalkan mobil tanpa awak alias self-driving car bertajuk "LeSEE". Mobil tersebut diproyeksikan untuk bersaing dengan Tesla Model X.

Apple pun sejatinya sedang membuat self-driving car. Meski begitu, Jia enggan jika LeEco disebut mengikuti langkah Apple.

"Entitas Apple bersifat individual. Strategi bisnis itu cocok di era awal-awal internet, ketika kecepatan CPU dan jaringan internet mobile belum secepat sekarang," kata dia, sebagaimana dilaporkan CNBC dan dihimpun KompasTekno, Selasa (3/5/2016).

"Kita sudah memasuki era internet mobile. Memiliki entitas yang terpisah artinya menghalangi pengalaman teknologi yang lebih praktis bagi pengguna," ia menambahkan.

Peluncuran iPhone SE pun dikritik. Jia menilai ponsel mini tersebut menunjukan lambatnya inovasi Apple menghadapi tuntutan zaman yang semakin buru-buru.

"Dari perspektif industri, iPhone SE adalah produk dengan level teknologi rendah. Menurut kami harusnya Apple tak meluncurkan produk itu," ia menuturkan.

Menurut Jia, sebagai pemimpin industri smartphone, Apple seharusnya bisa berpikir lebih canggih.

Jia mengakui kebolehan Apple sejak iPhone diluncurkan pertama kali hingga tahun-tahun berikutnya. Namun kini, konsep iPhone yang tertutup dengan aplikasinya sendiri itu dikatakan Jia sudah ketinggalan.

"Kami percaya masa depan internet mobile lebih terbuka dan berorientasi pada ekosistem," kata dia.

LeEco sebelumnya adalah perusahaan televisi bernama LeTV. Seiring dengan meluasnya lini bisnis perusahaan, LeTV diubah menjadi LeEco dan disebut-sebut sebagai "Netflix-nya China".

Selain layanan video on-demand, LeEco juga memproduksi smartphone, televisi, sepeda gunung, dan yang teranyar menggarap mobil listrik otomatis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.