Kompas.com - 04/05/2016, 11:23 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com — CEO Facebook Mark Zuckerberg bereaksi soal pemblokiran WhatsApp di Brasil. Dia sampai meminta tolong kepada warga negara setempat untuk menghentikan kebijakan tersebut.

Zuckerberg berharap agar masyarakat setempat menyambangi kongres dan menandatangani petisi di Change.org.

Bos Facebook itu menyebutkan bahwa upaya pemerintah memblokir WhatsApp merupakan tindakan yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan kebebasan berkomunikasi.

Baca: Tolak Serahkan Data, WhatsApp Diblokir

"Anda dan teman-teman bisa membantu memastikan, hal seperti ini tidak terjadi lagi, dan saya berharap Anda ikut serta dalam usaha ini," tulis Zuckerberg dalam akun Facebook resminya.

"Besok, pada pukul 06.00 sore di Brasilia, organisasi Internet Freedom Caucus mengadakan acara dan memperkenalkan regulasi yang bisa mencegah pemblokiran layanan internet seperti WhatsApp. Jika Anda warga Brasil dan mendukung WhatsApp, saya berharap Anda hadir," imbuhnya.

Sebelumnya, seperti dilansir KompasTekno dari Reuters, Rabu (4/5/2016), hakim di negara bagian Sergipe memerintahkan operator telekomunikasi untuk memblokir aplikasi pesan instan tersebut selama 72 jam. Alasan pemblokiran tersebut tidak dipublikasikan.

Ada dugaan bahwa pemblokiran tersebut dilakukan karena pihak WhatsApp enggan membuka enkripsi pesan atau memberikan data pelanggan kepada pemerintah. Pemerintah meminta kedua hal tersebut dalam rangka penyelidikan tindak kriminal online.

Baca: Begini Cara Membuat Huruf di WhatsApp Jadi "Bold" dan "Italic"

Pemblokiran tersebut benar-benar dilakukan pada Senin, pukul 02.00 siang waktu setempat. Namun perintah untuk memutus akses komunikasi pada lebih kurang 100 juta pengguna WhatsApp itu tak bertahan lama.

Setelah 24 jam berlalu, pengadilan langsung memerintahkan pembukaan atas pemblokiran tersebut. Keputusan ini merupakan buah dari pengajuan banding oleh pengacara perusahaan.

Sekadar diketahui, perintah pemblokiran selama 72 jam ini merupakan hasil dari keputusan kedua. Pada Desember 2015 lalu, pengadilan juga sempat memerintahkan pemblokiran selama 48 jam karena pihak WhatsApp menolak membuka data percakapan pelanggannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sosialisasi Mulai Hari Ini, Begini Cara Beli Minyak Goreng Rp 14.000 via Aplikasi PeduliLindungi

Sosialisasi Mulai Hari Ini, Begini Cara Beli Minyak Goreng Rp 14.000 via Aplikasi PeduliLindungi

e-Business
Foto Halaman Depan Koran 'Kompas' Jadi Produk NFT, Dijual di OpenSea

Foto Halaman Depan Koran "Kompas" Jadi Produk NFT, Dijual di OpenSea

Internet
Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

e-Business
Terancam Diblokir karena Belum Daftar PSE, Twitter dan Meta Bungkam, Google Akan Menyesuaikan

Terancam Diblokir karena Belum Daftar PSE, Twitter dan Meta Bungkam, Google Akan Menyesuaikan

Internet
Selain Google, Twitter, dkk, Ini 6 Kategori Platform Digital yang Wajib Daftar ke Kominfo

Selain Google, Twitter, dkk, Ini 6 Kategori Platform Digital yang Wajib Daftar ke Kominfo

Internet
Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 2 Jalur Prestasi Nilai Akademik SMA

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 2 Jalur Prestasi Nilai Akademik SMA

e-Business
Pengamat: Bukan Makin Mahal, Harga GoFood-GrabFood Makin 'Normal'

Pengamat: Bukan Makin Mahal, Harga GoFood-GrabFood Makin "Normal"

e-Business
Harga iPhone di Jepang Saat Ini Termurah Sedunia

Harga iPhone di Jepang Saat Ini Termurah Sedunia

Gadget
Pemain Curang di Game Call of Duty Bakal Kehilangan Semua Senjata

Pemain Curang di Game Call of Duty Bakal Kehilangan Semua Senjata

Software
Ini Sebab Harga Makanan di 'Ojol Food' Lebih Mahal di Aplikasi Dibanding Resto

Ini Sebab Harga Makanan di "Ojol Food" Lebih Mahal di Aplikasi Dibanding Resto

e-Business
Khaby Lame Pengguna TikTok dengan Follower Terbanyak di Dunia

Khaby Lame Pengguna TikTok dengan Follower Terbanyak di Dunia

Software
Cara Beli Tiket KRL via Gojek, Tak Perlu Lagi Pakai Kartu

Cara Beli Tiket KRL via Gojek, Tak Perlu Lagi Pakai Kartu

Software
Line OpenChat Akan Ditutup di Indonesia Mulai 20 Juli

Line OpenChat Akan Ditutup di Indonesia Mulai 20 Juli

Software
Saat  Pengguna GoFood dan GrabFood Keluhkan Tingginya Selisih Harga di Aplikasi dengan Resto...

Saat Pengguna GoFood dan GrabFood Keluhkan Tingginya Selisih Harga di Aplikasi dengan Resto...

e-Business
Cara Cek BI Checking via SLIK OJK secara Online buat Mengajukan KPR

Cara Cek BI Checking via SLIK OJK secara Online buat Mengajukan KPR

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.