WhatsApp Diblokir, Zuckerberg Minta Tolong

Kompas.com - 04/05/2016, 11:23 WIB
Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menjadi salah satu pembicara di sesi keynote acara Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Selasa (23/2/2016). Oik Yusuf/KOMPAS.comPendiri Facebook Mark Zuckerberg menjadi salah satu pembicara di sesi keynote acara Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol, Selasa (23/2/2016).
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com — CEO Facebook Mark Zuckerberg bereaksi soal pemblokiran WhatsApp di Brasil. Dia sampai meminta tolong kepada warga negara setempat untuk menghentikan kebijakan tersebut.

Zuckerberg berharap agar masyarakat setempat menyambangi kongres dan menandatangani petisi di Change.org.

Bos Facebook itu menyebutkan bahwa upaya pemerintah memblokir WhatsApp merupakan tindakan yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan kebebasan berkomunikasi.

Baca: Tolak Serahkan Data, WhatsApp Diblokir

"Anda dan teman-teman bisa membantu memastikan, hal seperti ini tidak terjadi lagi, dan saya berharap Anda ikut serta dalam usaha ini," tulis Zuckerberg dalam akun Facebook resminya.

"Besok, pada pukul 06.00 sore di Brasilia, organisasi Internet Freedom Caucus mengadakan acara dan memperkenalkan regulasi yang bisa mencegah pemblokiran layanan internet seperti WhatsApp. Jika Anda warga Brasil dan mendukung WhatsApp, saya berharap Anda hadir," imbuhnya.

Sebelumnya, seperti dilansir KompasTekno dari Reuters, Rabu (4/5/2016), hakim di negara bagian Sergipe memerintahkan operator telekomunikasi untuk memblokir aplikasi pesan instan tersebut selama 72 jam. Alasan pemblokiran tersebut tidak dipublikasikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada dugaan bahwa pemblokiran tersebut dilakukan karena pihak WhatsApp enggan membuka enkripsi pesan atau memberikan data pelanggan kepada pemerintah. Pemerintah meminta kedua hal tersebut dalam rangka penyelidikan tindak kriminal online.

Baca: Begini Cara Membuat Huruf di WhatsApp Jadi "Bold" dan "Italic"

Pemblokiran tersebut benar-benar dilakukan pada Senin, pukul 02.00 siang waktu setempat. Namun perintah untuk memutus akses komunikasi pada lebih kurang 100 juta pengguna WhatsApp itu tak bertahan lama.

Setelah 24 jam berlalu, pengadilan langsung memerintahkan pembukaan atas pemblokiran tersebut. Keputusan ini merupakan buah dari pengajuan banding oleh pengacara perusahaan.

Sekadar diketahui, perintah pemblokiran selama 72 jam ini merupakan hasil dari keputusan kedua. Pada Desember 2015 lalu, pengadilan juga sempat memerintahkan pemblokiran selama 48 jam karena pihak WhatsApp menolak membuka data percakapan pelanggannya.



Sumber Reuters

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X