Review: Andromax R2, Ponsel 4G Murah dan Bisa VoLTE

Kompas.com - 05/05/2016, 10:12 WIB
Tepi kiri Andromax R2 terdapat slot kartu SIM serta tombol power Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comTepi kiri Andromax R2 terdapat slot kartu SIM serta tombol power
|
EditorOik Yusuf

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring dengan hadirnya teknologi 4G LTE, muncul juga metode panggilan telepon baru yang bernama Voice over LTE ( VoLTE). Ini adalah mode voice/ video call yang dilakukan melalui akses internet cepat 4G LTE, tapi tidak semua gadget bisa menggunakannya.

Rata-rata gadget 4G LTE yang mendukung VoLTE dibanderol dengan harga selangit. Sebut saja Samsung Galaxy Note 5 dan iPhone 6. Selain mendukung VoLTE, keduanya memang dicitrakan sebagai ponsel high end dengan spesifikasi tinggi.

Tapi sejak awal 2016 lalu, pengguna Android punya pilihan yang lebih “merakyat”. Ya, Smartfren meluncuran Andromax R2 dengan dukungan VoLTE dan banderol harga Rp 1,7 juta.

Jangan dulu meremehkan ponsel ini karena harganya tergolong murah. KompasTekno sempat menjajal ponsel Andromax R2 dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, terutama soal desain dan kinerja kameranya.

Bodinya terasa mewah dengan balutan logam. Sama sekali tak terlihat kesan bahwa Andromax R2 merupakan ponsel murah.

Layarnya berukuran 5 inci dengan resolusi HD 1.280 x 720 piksel. Warna yang ditampilkan pun jernih dan cerah, lengkap dengan perlindungan dari Dragontail Glass.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Meskipun dibanderol murah, bodi ponsel ini tak terlihat murahan dengan balutan rangka logam seperti ini

Kinerja mulus, asal...

Andromax R2 dibekali chip Qualcomm Snapdragon 415 octa core 1,4 Ghz, GPU Adreno 405 dan RAM 2 GB. Prosesor papan tengah ini bisa memberikan kinerja cukup mulus, asalkan bukan dipakai menjalankan aplikasi atau game kelas berat.

Pengalaman KompasTekno, saat memakainya selama lebih dari dua pekan, tak ada hambatan pada soal kinerja. Media sosial seperti Path, Twitter, Instagram, Facebook bisa dibuka tanpa mengalami lag.

Menjelajah situs memakai Chrome dan mengetik menggunakan Evernote atau Google Keep pun bisa dilakukan dengan lancar. Begitu pula saat bermain game.

Mengacu pada hasil benchmark Antutu dan 3D Mark, Andromax R2 punya kelemahan dalam menampilkan game 3D. Selama pengujian pun rendering grafis 3D terlihat patah-patah, tidak berjalan dengan lancar.

Sedangkan pengujian untuk bermain game tidak ditemukan kendala sama sekali. Dengan catatan game yang dimainkan tidak membutuhkan grafis tingkat tinggi.

KompasTekno memakai Andromax R2 untuk memainkan game multiplayer online Vain Glory dan tidak menemukan kendala. Asalkan mendapat sinyal 4G yang kuat, maka game bisa dimainkan tanpa lag sama sekali.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Smartfren Andromax R2 saat digunakan untuk bermain game Clash Royale

Game ringan seperti Clash of Clans, Clash Royale atau sekadar Cut The Rope sudah pasti bisa dimainkan tanpa kendala apapun.

Sayangnya, KompasTekno mulai merasakan gambar terhenti sejenak (stuttering) ketika memainkan game Frontline Commando 2. Game mendadak berhenti sekejap saat sedang berada di adegan perang, padahal tak terlihat banyak pergerakan di sana.

Selain itu kursor untuk menggerakkan pandangan dalam game pun terasa bergerak dengan tidak mulus. Memang masih bisa bergerak dan membidik dengan akurat, tapi untuk melakukan hal itu dengan cepat terasa agak sulit.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X