Riset: Radiasi Ponsel Tak Picu Kanker Otak - Kompas.com

Riset: Radiasi Ponsel Tak Picu Kanker Otak

Kompas.com - 10/05/2016, 06:51 WIB
Shutterstock.com/Urbanbuzz Ilustrasi aneka telepon genggam bermerek Nokia

KOMPAS.com - Efek radiasi yang dipancarkan ponsel pada kesehatan manusia adalah topik yang lama diperdebatkan. Gelombang elektromagnetik ini diduga bisa memicu kanker otak, tapi salah satu penelitian terbaru menunjukkan sebaliknya.

University of Sydney di Australia mengamati tren diagnosa kanker otak warga Negeri Kangguru dalam kurun waktu 29 tahun antara 1982 hingga 2012.

Data berisi 19.858 orang pria dan 14.222 wanita usia 20-84 tahun yang terdiagnosa mengalami kanker otak dalam rentang waktu kanker tersebut lantas dibandingkan dengan analisa tren penggunaan ponsel.

Dari sini, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Sydney Morning Herald, Selasa (10/5/2016), tak ditemukan hubungan antara peningkatan pemakaian telepon genggam dengan tingkat kejadian kanker otak.

“Angka kejadian kanker otak dalam periode 1982 dan 2013 tak meningkat di kelompok umur manapun kecuali usia 70-84 tahun,” tulis para peneliti dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Cancer Epidemiology, minggu lalu.

Padahal, angka penggunaan ponsel di masyarakat Australia meningkat tajam dari sebesar 9 persen total populasi pada 1993 menjadi 90 persen saat ini.

Memang ada peningkatan kasus kanker otak pada kalangan usia tua, namun hal ini terjadi pada 1982, 5 tahun sebelum ponsel masuk ke Australia pada 1987.

“(Peningkatan kasus kanker otak) Kemungkinan besar disebabkan oleh metode diagnosa yang semakin canggih di Australia,” sebut pimpinan riset dari University of Sydney, Simon Chapman.

Sebuah studi lain beranggapan bahwa kecenderungan kanker yang disebabkan oleh ponsel baru akan memuncak setelah 40 tahun masa jeda (latency/lag).

Kalau benar begitu, Chapman berargumen bahwa peningkatan kasus kanker seharusnya sudah mulai terlihat sekarang. Sebaliknya, angka tersebut malah melandai.

Lalu, mengapa radiasi ponsel tak memicu kanker? Berbeda dari radiasi nuklir yang bersifat mengionisasi (energinya cukup besar untuk menghasilkan ionisasi), Chapman mengatakan bahwa radiasi ponsel tak merusak untaian DNA dalam sel-sel tubuh manusia yang bisa menyebabkan kanker.

“Telepon genggam menghasilkan radiasi non-ionisasi berenergi rendah yang efeknya hanya memanaskan elektron saja,” tutur Chapman.


PenulisOik Yusuf
EditorDeliusno
Komentar
Close Ads X