Wicak Hidayat

Penulis teknologi yang saat ini terjun bebas ke dunia startup digital. Ia aktif di Code Margonda bersama komunitas lainnya di Depok. Juga berperan sebagai Tukang Jamu di sebuah usaha rintisan bernama Lab Kinetic.

kolom

Sebuah Radio, Kumatikan

Kompas.com - 10/05/2016, 11:17 WIB
Ditemani radio transistor. KOMPAS/INGKI RINALDIDitemani radio transistor.
EditorDeliusno

Begini, untuk bisa menikmatinya ala radio, saya harus rela mengaksesnya dengan paket data. Lagipula, saya tidak cukup rajin untuk mengunduh playlist untuk esok hari (apalagi untuk seminggu ke depan). Jadi ya, terpaksa lah menggunakan paket data.  

Oh la la, pernah satu kali saya benar-benar mendengarkannya sampai paket data penghabisan. Setelah itu tiba-tiba termangu karena saya sadar kalau paket data itu masih dibutuhkan untuk komunikasi di perjalanan. Terpaksa beli “doping” paket data, yang dijamin bakal boros karena sebelum habis kuotanya sudah masuk lagi ke siklus berikutnya dari paket data langganan.

Tapi bicara biaya, sisi lain dari layanan streaming adalah biaya yang dibayarkan layanan streaming itu ke musisi. Entah skemanya seperti apa, tapi ini konon berpotensi jadi sumber dana. Ingat kan ketika ringbacktone merajalela, dan para musisi berpesta?

Tunggu dulu. Benarkah dananya mengalir ke musisi?

Taylor Swift kalau tidak salah pernah mengajukan keberatan atas aliran dana royalti dari layanan streaming tertentu. Ia merasa diperlakukan tidak adil, dan ujung-ujungnya mencabut seluruh lagunya dari layanan itu.

Ada juga Thom Yorke, vokalis Radiohead, yang pernah menganalogikan layanan streaming tertentu sebagai: this is like the last fart, the last desperate fart of a dying corpse. Lalu, entah ada hubungannya atau tidak, album terbaru Radiohead masih belum tersedia di layanan streaming itu.

Tentu saja ada teori konspirasi (tak terbukti, entah benar atau tidak) bahwa kedua musisi tadi sebenarnya mendukung layanan pesaing. Karena Swift, misalnya, masih memiliki katalog lengkap di layanan streaming lain. Album terbaru Radiohead juga disebut tersedia di layanan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ah, sudahlah, mungkin ada unsur persaingan bisnis di situ, mungkin ada idealisme atau mungkin juga tidak ada apa-apa. Apapun itu, layanan musik streaming memang pelan-pelan mulai merasuki keseharian kita.

Di mobil, setiap pagi, sebuah radio saya biarkan mati. Musik streaming dinyalakan, dan diam-diam sepertinya saya perlu buat playlist berisi lagu-lagu kenangan dari sebuah warnet. Siapa tahu, salah satu lagu dari playlist itu bisa membangkitkan senyuman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.