Review: Moto 360, "Smartwatch" Bundar Pembuka Jalan Motorola

Kompas.com - 11/05/2016, 15:17 WIB
|
EditorOik Yusuf

KOMPAS.com - Jam tangan pintar (smartwatch) Motorola Moto 360 menjadi penanda kembalinya Motorola secara resmi di pasar Indonesia, setelah merger dengan vendor China, Lenovo.

Motorola Moto 360 hadir di Indonesia pada Maret 2016 lalu lewat Lenovo. Model yang dirilis di Indonesia adalah versi generasi kedua (2nd Generation).

Baca: Motorola Lahir Kembali di Indonesia lewat Moto 360

Sebagai produk "pembuka jalan", apakah Moto 360 bisa menarik perhatian calon konsumennya? KompasTekno berkesempatan menjajal smartwatch Moto 360. Berikut ini ulasan singkatnya.

Desain

Moto 360 generasi kedua mengusung desain yang mirip dengan generasi pertamanya, yaitu bentuk bundar dengan antarmuka yang bundar pula. Bedanya, penghubung tali jam (strap) di arloji pintar generasi kedua ini sengaja dibikin menonjol ke luar agar bisa dilepas-pasang dengan mudah.

Dari segi ukuran diameter jam, Motorola kini menyediakan dua pilihan, yaitu 46 mm (ukuran yang sama dengan Moto 360 generasi pertama) dan 42 mm. Ukuran baru 42 mm yang lebih kecil ini kemungkinan dibuat oleh Motorola karena banyak pengguna mengeluhkan diameter arloji pintar generasi pertamanya terlalu besar.

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Smartwatch Moto 360 generasi kedua dalam kemasan penjualannya

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Penampilan Moto 360 dengan bezel bulat cenderung lebih mirip jam tangan konvensional, meskipun sebenarnya merupakan smartwatch yang dijejali berbagai fitur komputasi
Motorola juga menyediakan Moto 360 edisi khusus wanita. Model yang satu ini memiliki ukuran 42 mm, tetapi dengan tali atau strap berukuran lebih kecil, yaitu 16 mm.

Moto 360 2nd Gen ukuran 46 mm mengusung layar dengan resolusi 360 x 360 piksel, dan kerapatan 233 ppi. Resolusi ini sedikit meningkat dari generasi pertamanya yang 320 x 290 piksel 233 ppi.

Artinya, pengguna akan melihat tampilan detil yang lebih tajam, baik untuk teks maupun ikon yang ditampilkan. Permukaan layarnya juga dilengkapi dengan lapisan kaca anti gores Gorilla Glass 3.

Secara keseluruhan, desain Moto 360 nampak menarik dengan bentuk bundarnya yang khas dengan tombol yang minimalis di sisi kanan.

Letak Tombol fisik itu diubah menjadi sedikit conding ke arah atas oleh Motorola di generasi kedua. DI generasi pertama, tombol fisik ini ada di tepi kanan bagian tengah.

Pertimbangannya mungkin adalah kenyamanan dalam menekan tombol, seperti yang dirasakan KompasTekno saat menggunakan jam di pergelangan tangan kiri dan memencet tombolnya dengan jari telunjuk tangan kanan. Posisi tombol yang sedikit di atas membuat tangan lebih natural saat menekan.

Performa

Sebelum berbicara tentang kinerja, mari kita lihat lebih dulu spesfikasi hardware yang diusung Moto 360 2nd Generation ini.

Oleh Motorola, Moto 360 dilengkapi dengan prosesor Snapdragon 400, RAM 512 MB, baterai 300 mAh (untuk versi 42mm) atau 400 mAh (versi 46 mm), dan media penyimpanan 4 GB. Sistem operasinya adalah Android Wear besutan Google.

Baterai yang disematkan diklaim oleh Motorola mampu bertahan selama 2 hari. Namun dalam pengalaman KompasTekno, Moto 360 hanya bertahan selama 1,5 hari dengan penggunaan normal, dengan sesekali menghidupkan Bluetooth untuk menghubungkan dengan ponsel.

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Isi kemasan penjualan Moto 360 terdiri dari panduan penggunaan, kartu garansi, smartwatch, kabel usb dan charger docking
Moto 360 2nd Gen juga dilengkapi dengan fitur kesehatan dengan disematkannya sensor denyut nadi (heart rate sensor) yang berada di sisi belakang tubuhnya.

Mengisi ulang baterai bisa dilakukan dengan cukup cepat. Setelah sekitar 1 jam, baterai sudah terisi penuh. Unit charger yang disertakan Motorola juga memiliki desain yang modern dengan fitur wireless charging dan bisa dijadikan sebagai dudukan jam.

Pengalaman memakai

Moto 360 kompatibel dengan ponsel Android versi 4.3 ke atas atau iPhone 5 ke atas (minimal iOS v8.2). Sebelum menggunakan, pengguna juga harus memasang aplikasi Android Wear dan Motorola Connect di ponsel.

Menggunakan Moto 360 di pergelangan tangan, beratnya cukup terasa karena terbuat dari bahan logam stainless steel. Motorola sendiri tidak mencantumkan berapa persisnya bobot perangkat ini.

Layar jam tangan terlihat cukup terang, walau sejujurnya desain antarmuka Moto 360  yang tidak sepenuhnya bundar (sedikit datar di bagian bawah, banyak yang menyebutnya sebagai "ban kempis") sedikit mengganggu.

Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com Smartwatch Moto 360 generasi kedua ini dirancang untuk pria dengan penampang jam berdiameter 40 mm
Pemasangan (pairing) antara jam tangan dengan ponsel juga bisa dilakukan dengan mudah, cukup ikuti instruksi yang ditampilkan dalam antarmuka jam.

Pengguna juga bisa memasang aplikasi Moto Body untuk mengetahui informasi kesehatan seperti jumlah langkah dan kalori yang dibakar, serta detak jantung.

Notifikasi yang ditampilkan antara lain notifikasi SMS dan pesan instan seperti WhatsApp. Pengguna juga bisa mengetahui jika ada panggilan telepon masuk, bahkan berbincang tanpa harus mengeluarkan ponsel, dengan bantuan Bluetooth.

Selain Bluetooth, Motorola juga melengkapi Moto 360 2nd Generation dengan konektivitas Wi-Fi. Namun Wi-Fi yang bisa terhubung dengan Moto 360 ini hanya Wi-Fi yang sifatnya terbuka, bukan yang menggunakan metode login dan password.

Kesimpulan

Menggunakan Moto 360 sebagai pasangan ponsel terasa menyenangkan, memberi pengalaman baru dalam hal mobilitas, seperti melihat pesan masuk atau menerima atau menolak panggilan telepon dari layar jam tangan.

Namun, walau telah ditingkatkan resolusinya, antarmuka Moto 360 masih kalah tajam dibandingkan dengan tampilan smartwatch buatan Apple (Apple Watch) atau Samsung (Samsung gear).

Antarmuka yang tidak sepenuhnya bundar (seperti ban kempes) juga membuatnya kalah menarik dari jam tangan pintar buatan Samsung, LG atau Huawei yang berhasil membuat tampilan antarmuka smartwatch yang sepenuhnya bundar.

Selain itu, materi layar LCD yang digunakan juga masih kalah cemerlang dalam menampilkan warna dan kontras dibandingkan dengan layar materi AMOLED.

Motorola Harga Motorola Moto 360 di Indonesia.
Di Indonesia, Moto 360 dipasarkan dalam empat varian yang dibedakan dari warna dan jenis strap, yakni Sport Black Edition (45mm), Black Leather (42mm), Rose Gold (42mm), dan Cognac Leather (46mm). Banderolnya dipatok mulai Rp 5 juta hingga Rp 5,8 juta.

Baca: Ini Dia, Harga Jam Motorola Moto 360 di Indonesia

Kisaran harga itu sebanding atau lebih mahal dibandingkan smartwatch Samsung Gear S2 yang dibanderol mulai Rp 4,5 juta, serta lebih murah dari Apple Watch yang bercokol di angka Rp 6 juta ke atas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.