Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/05/2016, 16:12 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KompasTekno pun mencoba menjajal Steller dan berselancar ke berbagai akun. Dari situ, kami menemukan beberapa poin yang menjadikan Steller layak bagi sebagian orang.

Poin paling utama adalah prinsip "sama rata sama rasa" yang kental pada platform tersebut. Saat bercerita, pengguna bukan cuma boleh menggunakan teks, foto, dan video, tetapi "wajib" menggabungkan semuanya secara adil.

Tak ada format konten yang jadi anak emas dan anak tiri. Tak ada yang utama dan yang melengkapi. Sebab, esensi Steller adalah kesatuan dan keutuhan cerita. Teks, foto, dan video berkedudukan sama dan saling membutuhkan satu sama lain untuk membentuk alur kisah yang runut.

Beda halnya dengan Instagram, Twitter, ataupun Snapchat. Instagram cenderung disesaki orang-orang yang gemar berekspresi lewat foto, sedangkan Twitter lebih ke teks, dan Snapchat lebih ke video.

Di Instagram, netizen mungkin bakal mengunggah beberapa foto sebagai oleh-oleh sehabis melancong ke sebuah kota. Lain halnya di Steller, di mana pengguna bisa bercerita lebih lengkap dan panjang lebar hanya dalam satu unggahan yang menggabungkan semua konten.

Baru di Indonesia

Bagaimanapun, Steller hadir sebagai oasis di tengah kemapanan platform populer semacam Facebook dan Instagram. Media sosial asal San Francisco, AS, tersebut sebenarnya sudah ada sejak 2014 lalu.

Adalah kakak beradik Brian McAniff dan Karen Poole yang melahirkan Steller ke jagat maya. McAniff adalah perancang user experience (UX), sedangkan Poole memiliki hasrat kuat pada bidang desain visual.

Di Indonesia, kiprah Steller baru dimulai pada awal April 2016 untuk perangkat iOS. Pada minggu pertamanya, Steller sudah mengumpulkan ratusan cerita netizen Tanah Air.

Sebulan setelahnya, atau pada awal Mei ini, aplikasi Steller resmi hadir di Android. Sekitar 10.000-an pengguna Android sudah mengunduh aplikasi tersebut.

Beberapa sosok terkenal yang sudah bergabung di Steller adalah artis Dian Sastrowardoyo, penulis Dewi Lestari, sutradara Angga Dwimas Sasongko, pelukis Eko Nugroho, ilustrator Rukmunal Hakim, fotografer Arbain Rambey, dan jurnalis senior Wisnu Nugroho.

Untuk mulai memakai Steller dan bergabung dalam komunitas pengguna Steller, Anda bisa mengunduh aplikasi tersebut lewat Apple App Store atau Google Play Store.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.