Kompas.com - 18/05/2016, 15:33 WIB
Uji coba layanan Wi-Fi onboard di armada Malaysia AirAsia, Rabu (13/8/2014). Layanan ini akan tersedia di seluruh penerbangan Malaysia AirAsia (AK) di akhir tahun, termasuk penerbangan ke kota-kota di Indonesia. Twitter @AirAsiaUji coba layanan Wi-Fi onboard di armada Malaysia AirAsia, Rabu (13/8/2014). Layanan ini akan tersedia di seluruh penerbangan Malaysia AirAsia (AK) di akhir tahun, termasuk penerbangan ke kota-kota di Indonesia.
|
EditorDeliusno

PHOENIX, KOMPAS.com - Era keterhubungan di dunia penerbangan (connected aircraft) sudah dimulai dengan dikenalkannya koneksi internet dalam kabin pesawat sejak awal 2010-an lalu.

Namun, internet dalam pesawat bukan hanya ditujukan bagi penumpangnya saja agar bisa tetap eksis online saat terbang, melainkan juga penting bagi maskapai, pilot, dan mekanik secara keseluruhan.

"Bukan hanya penumpang saja yang bisa memanfaatkan WiFi di pesawat, awak kabin termasuk pilot di kokpit pun bisa," ujar Carl Esposito, VP of Marketing and Product Management di Honeywel Aerospace saat dijumpai wartawan KompasTekno, Reska K. Nistanto, di kantor Honeywell di Phoenix, Arizona, minggu lalu.

Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Carl Esposito, VP of Strategy, Marketing and Product Management di Honeywell Aerospace dalam pemaparannya tentang "connected aircraft" di markas Honeywell di Phoenix, Arizona, Selasa (10/5/2016) .
Menurut Esposito, pilot dalam kokpit bisa mengakses berbagai informasi penting terkait penerbangannya melalui jaringan WiFi di pesawat, seperti update prakiraan cuaca, mengoptimalkan rute, dan melaporkan kendala-kendala teknis pesawat saat di udara.

Sementara bagi mekanik, mereka bisa mengidentifikasi kerusakan secara lebih cepat dan menyiapkan spare part-nya, sebelum pesawat mendarat di bandara tujuan.

Saat ini komunikasi di udara dengan di darat memang sudah bisa dilakukan menggunakan ACARS (Aircraft Communications Addressing and Reporting System), namun masih mengandalkan gelombang radio, bukan satelit yang lebih reliable.

Itu hanya sebagian contoh saja dari pemanfaatan WiFi di pesawat terbang. Bagi maskapai, tentunya dengan memiliki layanan internet di pesawatnya, menjadikan daya tarik dan pembeda dari maskapai-maskapai lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Maskapai kini fokus ke diferensiasi layanan, konektivitas ini bisa jadi layanan pembedanya," jelas Esposito di hadapan jurnalis dari berbagai negara, termasuk KompasTekno.

Esposito juga mengungkapkan bahwa kini Honeywell Aerospace sedang melakukan riset bagaimana caranya agar komponen-komponen pesawat bisa diidentifikasi kerusakannya secara online.

"Kami ingin membantu pelaku industri penerbangan agar menjadi lebih efisien dalam operasinya," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.