Kompas.com - 19/05/2016, 10:46 WIB
|
EditorReza Wahyudi

Langkah tersebut menimbulkan dugaan bahwa Elop sengaja disusupkan oleh Microsoft untuk menjatuhkan poisisi Nokia, atau disabotase dari dalam. Sebelum bergabung dengan Nokia, Elop memang menjabat sebagai kepala bisnis Office di Microsoft.

Baca: Dijuluki Penggali Kubur Nokia, Ini Kata Stephen Elop

Skala ponsel Microsoft makin mengecil

Seiring waktu, unit bisnis ponsel Microsoft kalah bersaing dengan Apple dengan iOS-nya dan Google dengan Android-nya.

Skala produksi ponsel Microsoft pun semakin mengecil.Dalam rentang waktu November 2014 hingga Maret 2015 lalu, Microsoft hanya memproduksi segelintir ponsel Lumia seri menengah ke bawah, antara lain Lumia 430, 435, 532, 540, 636, 638, 640, dan 640 XL.

Microsoft baru membuat ponsel lagi pada Oktober 2015. Saat itu mereka merilis tiga unit Lumia yang mengadopsi sistem operasi Windows 10, yaitu seri 550, 950, dan 950 XL.

Terakhir, pada Februari 2016 lalu raksasa software mengumumkan kehadiran ponsel Lumia 650 yang dirancang dengan bodi berbahan logam. Desas-desus yang beredar kala itu menyebutkan bahwa ponsel tersebut merupakan Lumia terakhir mereka.

CEO baru, harapan baru

Di tahun yang sama saat bisnis ponsel Nokia dijual ke Microsoft (2014), Nokia menunjuk CEO baru Rajeev Suri yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Nokia Solutions and Networks.

Suri memiliki rencana jangka panjang 10 tahun agar Nokia kembali ke jalurnya yang benar, yakni di bisnis ponsel. Ia pun mengutarakan rencananya itu pada pertengahan 2015 lalu, jelang masa embargo produksi ponsel oleh Microsoft akan berakhir.

Pengumuman Suri seolah menegaskan rumor-rumor sebelumnya yang beredar bahwa Nokia hanya akan memberi lisensi mereknya ke perusahaan lain, yang saat itu diprediksi adalah Foxconn.

Baca: Rajeev Suri, CEO Baru Nokia Non-Ponsel

"Kami akan mencari rekanan yang sesuai," kata Suri, sebagaimana dirangkum Kompas Tekno dari Reuters. "Kami hanya merancang mereka (ponsel) dan melisensi brand," lanjutnya.

Kembali ke bisnis ponsel

Kini, di pertengahan Mei 2016, pengumuman mengejutkan dibuat oleh Microsoft. Unit bisnis feature phone milik Microsoft yang dibeli dari Nokia pada 2014 lalu dijual ke FIH Mobile. FIH Mobile merupakan anak usaha raksasa perakit smartphone Taiwan, Foxconn.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.