Kabin Mobil Bakal Serupa Kokpit Pesawat

Kompas.com - 20/05/2016, 14:36 WIB
Kabin mobil masa depan yang menurunkan teknologi dari kokpit pesawat, membantu meningkatkan situational awareness pengemudi. HoneywellKabin mobil masa depan yang menurunkan teknologi dari kokpit pesawat, membantu meningkatkan situational awareness pengemudi.
|
EditorReza Wahyudi

PHOENIX, KOMPAS.com - Dunia penerbangan memiliki deretan teknologi canggih dalam menciptakan lingkungan yang aman dalam melakukan perjalanan. Teknologi-teknologi tersebut ke depannya bakal diturunkan untuk dunia otomotif.

Jadi, jangan heran jika kabin mobil-mobil di masa depan memiliki fitur menyerupai kokpit pesawat yang dilengkapi layar head up display (HUD), teknologi night vision, hingga mampu memprediksi rintangan beberapa kilometer ke depan.

"Teknologi-teknologi kami di industri penerbangan juga bisa diintegrasikan ke industri otomotif, untuk meningkatkan situational awareness," kata Chris Greentree, General Manager of Automotive Software di Honeywell saat berbincang dengan KompasTekno di kantornya di Phoenix, Arizona, Rabu (11/5/2016) pekan lalu.

Dalam video yang dipresentasikan Greentree, teknologi-teknologi Honeywell yang ada dalam industri penerbangan dan militer bisa diintegrasikan ke dalam mobil-mobil di masa depan.

Bagi pengendara, tentunya hal itu akan sangat berguna. Contohnya jika berkendara dengan kondisi jarak pandang yang terbatas, teknologi night vision bisa ditampilkan di kaca mobil, menampilkan obyek di depan menjadi lebih jelas.

Posisi mobil di jalan, batas kecepatan, informasi kondisi cuaca, tepian jalanan, semua bisa ditampilkan di kaca mobil secara intuitif.

Bahkan, dengan bantuan GPS dan data topografi, software mobil bisa melacak perjalanan rute yang akan ditempuh,  membaca rintangan beberapa kilometer di depan, sehingga pengendara menjadi lebih siaga.

Ditambah dengan sensor-sensor yang terhubung dengan data lingkungan, software yang ditanamkan Honeywell di dalam mobil bisa memberi peringatan dan perlidungan, seperti rem otomatis jika muncul potensi tabrakan, mengembalikan mobil ke jalur yang benar, serta megurangi kecepatan jika terlalu kencang.

Sensor-sensor itu juga bisa mendeteksi obyek-obyek bergerak lain yang ada di sekitar.

"Di era baru mobil otomatis, (teknologi) ini akan membantu pergerakan mobil menjadi lebih pintar, bisa menghindari tabrakan dan bahaya," tutur Greentree.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X