Apa Saja yang Diumumkan Google di Ajang I/O 2016? - Kompas.com

Apa Saja yang Diumumkan Google di Ajang I/O 2016?

Kompas.com - 24/05/2016, 07:41 WIB
Wicak Hidayat/Kompas.com Android N diperkenalkan pada Google I/O 2016

KOMPAS.com - Konferensi Google I/O baru saja digelar pada 18 - 20 Mei 2016 lalu. Selama hajatan tiga hari itu, raksasa mesin pencari ini berpesta sambil memamerkan berbagai teknologi masa depan.

Disebut teknologi masa depan karena tak semua yang dipamerkan sudah siap pakai. Bisa saja masing-masing teknologi tersebut diluncurkan ke publik dalam kurun satu tahun mendatang, atau bisa saja lebih lama.

Baca: Google Perkenalkan Perangkat dan Aplikasi Baru di I/O 2016

Seperti rangkuman KompasTekno dari The Next Web, Selasa (24/5/2016), terdapat sembilan inovasi dan pembaruan yang patut dicatat. Mulai dari mesin yang bisa diajak ngobrol hingga dua aplikasi pesan instan baru.

Lebih jelasnya, simak masing-masing ulasannya di bawah ini:

1. Google Assistant

Masih ingat dengan fitur Google Now pada ponsel Android? Google Assistant ini bisa dikatakan sebagai hasil pengembangan fitur tersebut.

CEO Google Sundar Pichai mengumumkannya di atas panggung tepat pada hari pertama konferensi tersebut. Menurutnya, layanan baru ini membuat orang bisa berdialog atau mengobrol dengan mesin.

Di balik Google Asisstant terdapat mesin kecerdasan buatan yang memroses jawaban sesuai konteks pertanyaan. Contohnya, seperti ditunjukkan oleh Sundar, kata-kata "what's playing tonight?" akan dijawab dengan rekomendasi film yang sedang tayang di bioskop.

2. Google Home

Google punya impian untuk menyematkan mesin kecerdasan buatan ke dalam berbagai produknya. Salah satu hasilnya adalah Google Home ini.

Bentuknya memang mirip dengan wadah garam atau merica berukuran besar. Tapi sebenarnya, Google Home merupakan speaker yang memiliki mesin kecerdasan buatan layanan Assistant.

Karena itu, speaker ini bisa dikendalikan dengan perintah suara. Berbagai aplikasi Google, seperti Gmail, Calendar serta Maps pun bisa terhubung pada Home.

3. Aplikasi Duo dan Allo

Duo dan Allo merupakan aplikasi pesan instan terbaru Google. Aplikasi yang pertama bisa dipakai untuk melakukan video call, sedangkan yang kedua merupakan aplikasi pengirim pesan teks.

Tapi keduanya bukan aplikasi pesan yang biasa saja. Ada sejumlah diferensiasi yang disematkan Google ke dalamnya.

Misalnya Duo. Saat ada seseorang yang melakukan panggilan video, maka Anda bisa melihat wajahnya sebelum panggilan tersebut diterima.

Sedangkan Allo, dirancang sebagai aplikasi pesan instan yang menyadari konteks. Misalnya, saat Anda mengobrol mengenai makan malam. Maka Allo akan memberi saran dan segera memesan tempat tanpa harus keluar dari aplikasi.

4. Daydream VR

Headset virtual reality (VR) ini bisa dikatakan sebagai penerus Google Cardboard. Bedanya, Daydream cenderung lebih canggih dan memiliki remote pengendali.

Namun secara garis besar, masih ada beberapa kesamaan yang belum diubah. Pengguna tetap harus menyematkan sebuah ponsel yang akan dipakai sebagai medium penglihatan serta layar pada Daydream VR.

5. Android Instant Apps

Fitur ini membuat pengguna bisa memakai aplikasi Android tanpa harus memasangnya di ponsel. Pengguna cukup mengaksesnya melalui browser.

Kendati demikian, jumlah pemakaian tersebut akan tetap terhitung sebagai unduhan sehingga tak menjadi masalah bagi pengembang aplikasi. Di sisi lain, pengguna bisa memanfaatkan fitur ini untuk menghemat memori penyimpanan.

6. Mencari Nama Android N

Google kini tengah mencari nama untuk Android N dan mereka meminta semua orang ikut membantu. Seperti biasa, raksasa mesin pencari itu berharap memakai nama yang terkait dengan makanan pencuci mulut.

Namun perlu dicatat, meski siapa pun bisa mengusulkan nama makanan yang bakal menjadi Android N, keputusan final tetap di tangan Google. Keputusan tersebut tidak diambil berdasarkan popularitas nama.

7. Pembaruan Besar untuk Android Wear

Google sempat memamerkan sistem operasi Android Wear 2.0 di konferensi Google I/O 2016. Akan ada pembaruan besar-besaran, misalnya memakai aplikasi tanpa harus tergantung pada ponsel.

Rencananya, raksasa mesin pencari itu akan merilis Android Wear generasi kedua pada akhir tahun ini.

8. Firebase Analytics

Fitur yang satu ini berguna bagi para pengembang aplikasi. Firebase Analytics merupakan platform yang bisa membantu mereka menemukan bug, mengukur kinerja aplikasi serta menghubungkan dengan akun AdWords.

Pengembang aplikasi juga bisa menyimpan berbagai data di dalam layanan cloud Firebase. Fitur ini bisa dipakai di Android dan iOS.

9. Android di Chromebooks

Akhirnya, laptop Chromebooks benar-benar akan bisa memakai aplikasi Android. Google akan merilis fitur tambahan ini pada Juni mendatang.

Raksasa mesin pencari ini tak membatasi aplikasi Android yang bisa dipakai. Dengan kata lain, hampir semuanya bisa dipasang di laptop berbasis Chrome OS itu.

Namun perilisan fitur ini dilakukan secara berkala, muali dari Asus Chromebook R11, Chromebook Flip, serta Chromebook Pixel 2015. Seri lainnya akan menyusul.

Demikianlah rangkuman pengumuman penting yang dibuat Google di ajang konferensi tahunannya, Google I/O.


EditorReska K. Nistanto


Close Ads X