Google "Ngemplang" Pajak, Digerebek di Perancis, Disorot di Indonesia

Kompas.com - 25/05/2016, 18:09 WIB
Kotak wempat pensil warna-warni disusun membentuk logo Google di kantor Google Indonesia, Jakarta (28/5/2015) Oik Yusuf/ Kompas.comKotak wempat pensil warna-warni disusun membentuk logo Google di kantor Google Indonesia, Jakarta (28/5/2015)
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Kantor Google di Paris, Perancis, digerebek tim kepolisian dan penyidik pajak pada Selasa (24/5/2016) pagi. Ini merupakan konsekuensi atas keengganan perusahaan raksasa internet itu membayar pajak.

Pemerintah Perancis sebelumnya telah meminta Google membayar pajak dan dendanya sebesar 1,12 miliar dollar AS atau setara Rp 15,2 triliun. Sayangnya, Google dianggap tak cepat merespons permintaan pemerintah.

Baca: Kantor Google Digerebek dan Disegel Polisi

Tak hanya di Perancis, Google juga disorot pemerintah Indonesia karena masalah pajak. Pasalnya, Google Indonesia dianggap mengemplang pajak karena belum menjadi badan usaha tetap (BUT) alias belum menjadi wajib pajak.

Selama ini Google hanya membuat kantor perwakilan di Indonesia, bukan kantor tetap.

Oleh karena itu, transaksi bisnis Google yang terjadi di Tanah Air tak berpengaruh pada peningkatan pendapatan negara.

Padahal, transaksi bisnis periklanan di dunia digital pada tahun 2015 mencapai 850 juta dollar AS atau sekitar Rp 11,6 triliun. Menurut Menkominfo Rudiantara, 70 persen dari nilai itu didominasi perusahaan internet global yang beroperasi di Indonesia. Selain Google, dua perusahaan lainnya yaitu Facebook dan Twitter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Indonesia saat ini memang tengah mengincar perusahaan multinasional yang bergerak di bidang teknologi untuk membayar pajak. Tak hanya Google, perusahaan teknologi, seperti Facebook, Twitter, dan Netflix, juga disasar pemerintah.

Baca: Pemerintah ke Google dan Facebook, Bayar Pajak atau Diblokir

Untuk mendesak Google dkk membayar pajak, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tengah menyusun aturan yang akan mengatur eksistensi seluruh layanan over the top (OTT) di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.