Kompas.com - 26/05/2016, 08:21 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Microsoft mulai menunjukkan tanda-tanda pengurangan fokus dari bisnis smartphone. Hal tersebut terlihat dari rencana perampingan divisi smartphone miliknya.

Dalam keterangan resminya, Microsoft menyatakan ada 1.850 karyawan yang bakal terdampak rencana tersebut, atau dengan kata lain akan kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Microsoft pun sudah siap secara finansial atas rencananya itu. Dikatakan, Microsoft akan membukukan biaya penurunan nilai aset (impairment) dan restrukturisasi sebesar 950 juta dollar AS atau sekitar Rp 12,9 triliun.

Sekitar 200 juta dollar AS (Rp 2,7 triliun) akan digunakan untuk membayar pesangon karyawan.

Meski begitu, Microsoft menyatakan tidak sepenuhnya meninggalkan bisnis smartphone.

"Kami memfokuskan upaya agar ponsel kami memiliki diferensiasi - dengan perusahaan yang menghargai keamanan, pengelolaan, dan kemampuan Continuum kami, dan konsumen yang menghargai nilai sama," tulis Satya Nadella, CEO Microsoft, yang KompasTekno rangkum dari keterangan tertulis, Kamis (26/5/2016).

"Kami akan terus berinovasi pada berbagai jenis perangkat dan layanan cloud di seluruh platform mobile," imbuhnya.

Akibat rencana ini, Microsoft dikatakan akan memberhentikan sekitar 1.350 karyawan yang bekerja di Microsoft Mobile Oy di Finlandia. Sekitar 500 pekerja global juga akan mengalami hal yang sama.

Sementara itu, karyawan yang bekerja untuk Microsoft Oy, divisi penjualan Microsoft di Espoo, tidak akan terpengaruh rencana ini.

Microsoft sendiri memang cukup kepayahan di bisnis smartphone. Menurut laporan terbaru dari firma riset Gartner, ponsel Windows Phone yang terjual sepanjang kuartal pertama 2016 hanya sebanyak 2,39 juta unit. Pangsa pasarnya hanya menyentuh 0,7 persen.

Belum lama ini, Microsoft pun sudah "menyerahkan" divisi feature phone Nokia ke anak usaha Foxconn.

Baca: Microsoft Jual Nokia ke Foxconn Rp 4,6 Triliun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.