Microsoft Bakal Tolak Password yang Gampang Ditebak

Kompas.com - 27/05/2016, 16:09 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Membuat password terkadang memang gampang-gampang susah. Karena tidak mau terlalu ribet, seringkali pengguna internet membuat password yang terlalu mudah ditebak. Sebagai contoh, pengguna membuat password "123456" atau "abcdef".

Microsoft pun menyadari hal tersebut. Agar pengguna tidak terus-menerus membuat password yang terlalu mudah ditebak atau umum dipakai, Microsoft berencana untuk membuat sebuah daftar berisikan password yang tidak boleh digunakan oleh pengguna.

Alasan utamanya, raksasa software itu tidak ingin agar akun pengguna terlalu mudah dibobol hanya karena password yang gampang ditebak.

Dalam postingan blog, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Gizmodo, Jumat (27/5/2016), Microsoft menjelaskan bahwa pihaknya akan memanfaatkan daftar password yang banyak bocor di internet untuk meningkatkan keamanan.

"Kami melihat lebih dari 10 juta akun yang diserang setiap hari, jadi kami memiliki banyak data password yang digunakan untuk menyerang," tulis

Daripada menggunakan peraturan wajib seperti harus panjang dan kombinasi dengan angka, Microsoft bakal membuat aturan berdasarkan daftar password yang bocor. Aturan tersebut nantinya akan terus diperbarui, berbasiskan daftar password yang bocor.

Nantinya, ketika pengguna membuat password yang masuk ke daftar tersebut, sistem akan menolak dan meminta pengguna memasukkan password baru.

"Pilih sebuah password yang lebih sulit untuk ditebak orang lain," demikian peringatan yang muncul ketika pengguna memasukkan password yang tergolong gampang ditebak.

Microsoft berencana untuk merilis fitur tersebut ke layanan Microsoft Account Service, seperti Outlook, Xbox, One Drive, dan lain-lain. Layanan Azure AD Systems juga akan kedatangan fitur tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Gizmodo

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.