Kompas.com - 27/05/2016, 19:06 WIB
Andreas “Jay” Senjaya saat ditemui di San Francisco, Jumat (20/5/2016). Wicak Hidayat/KOMPAS.comAndreas “Jay” Senjaya saat ditemui di San Francisco, Jumat (20/5/2016).
EditorReska K. Nistanto

Hal pertama yang ditekankannya adalah soal sosialisasi. Peserta program ini harus bisa sosialisasi dengan sesama peserta lain, apapun latar belakangnya. “Kalau pemalu, tidak bisa sosialisasi dengan yang lain, solusinya adalah cari partner yang baik yang bisa membangun network,” tutur Jay.

Hal itu menjadi penting karena, program yang mencakup 52 startup itu dirancang sedemikian rupa agar terjadi peer support. Para peserta akan saling mendukung dan membantu. Jay mengaku banyak sekali masalah yang dipecahkan bersama-sama.

“Di sini, mereka tidak sungkan untuk saling membantu atau meminta bantuan,” tuturnya.

Secara program, ujar Jay, rupanya di antara 52 peserta itu memang tidak ada yang usahanya saling bersaing langsung. Dengan demikian memang terjadi kolaborasi dan keberagaman.

Meskipun semuanya berbeda-beda, ia mengakui ada semangat kompetisi positif yang tumbuh di antara mereka. “Karena setiap minggu kita melihat, yang lain growth-nya sudah sampai mana. Ini membuat terpacu untuk melakukan pencapaian yang sama atau lebih,” ujar Jay.

Masalah investor

Namun, ada satu hal paling berat yang menurut Jay dialami mereka dalam program akselerasi itu. “Hal yang paling susah buat kami, karena di sini mereka mengharapkan kita melakukan fundraising (pencarian dana investasi -red.),” tutur Jay.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai perusahaan asal Asia Tenggara, Jay mengatakan kebanyakan investor tidak melirik iGrow. Namun ia melihat hal itu sebagai sebuah berkah, sebuah keunggulan bagi iGrow.

Hal ini karena, sejak awal Jay dkk memang mengikuti program itu bukan untuk mencari investor.  “Karena tidak ada yang tertarik, jadi tidak harus mengejar-ngejar investor. Biarkan produk kami yang menjawab lah,” ujarnya.

Sebagai penutup program diadakanlah Demo Day, yaitu sesi pitching yang menghadirkan berbagai pihak (investor, media, dll). Di sesi itu, iGrow cukup menarik perhatian media-media ternama Silicon Valley. Tak kurang dari Tech Crunch dan Fast Company yang menyebut iGrow sebagai startup yang patut diperhatikan.

Setelah Demo Day, Jay mengatakan ada sekitar 20-an investor yang menghubungi dan menyatakan ingin melakukan investasi. Bayangkan sejenak apa yang terjadi di sini: sebuah perusahaan asal Depok, Indonesia, berada di Silicon Valley dan diminati oleh 20-an investor. Bukan sembarang investor lho, tapi investor di “kiblat”-nya startup.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.