Kompas.com - 27/05/2016, 19:06 WIB
Andreas “Jay” Senjaya saat ditemui di San Francisco, Jumat (20/5/2016). Wicak Hidayat/KOMPAS.comAndreas “Jay” Senjaya saat ditemui di San Francisco, Jumat (20/5/2016).
EditorReska K. Nistanto

Apa yang dilakukan Jay dan iGrow? Secara umum, boleh dibilang mereka menolak investor-investor itu.

“Kami lihat visi dan value mereka dulu. Karena kami tidak akan pernah menjanjikan (ke investor) adanya seri-seri (penggalangan dana) berikutnya atau exit strategy dan lain-lain. Kalau kamu mau ikut, ya karena kamu memang mau ikut mengembangkan produknya,” ujar Jay.

Pandangannya mirip dengan apa yang dikatakan co-founder Kickstarter, Yancey Strickler, dalam acara Founders Forum di New York. “Kami tidak akan pernah menjual perusahaan kami. Selamat buat Anda yang telah melakukannya, tapi persetan lah dengan semua itu,” ujar Yancey di hadapan investor ternama dan pakar merger & acquisition.

1000 Startup

Apa yang akan dilakukan Jay setelah cukup berjaya di Silicon Valley? “Setelah ini pulang dong, ngapain di sini terus?” ujar Jay riang.

Jay mengatakan ia akan kembali ke Depok, melanjutkan apa yang sudah dipelajari iGrow dan menerapkannya juga ke Badr Interactive, perusahaan IT yang dibangunnya sejak lama dan telah melahirkan berbagai perusahaan rintisan lainnya selain iGrow.

“Salah satu pelajaran penting buat saya selama di sini adalah, saya jadi belajar bagaimana caranya sebuah program akselerator berjalan. Saya belajar cara membuat akselerator,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun mengaku gembira dengan adanya gerakan nasional 1000 startup yang akan dijalankan di Indonesia. Menurutnya, gerakan itu harusnya bisa menghasilkan sebuah ekosistem yang lebih baik di Indonesia.

“Karena kalau soal kualitas, Indonesia dan Silicon Valley sebenarnya sama. Tapi ekosistem yang lebih bagus bisa membuatnya lebih bagus,” kata Jay.

Gerakan 1000 Startup, tuturnya, diharapkan bisa menjadi sebuah lompatan besar bagi Indonesia. “Apalagi dilakukan pemerintah dengan melibatkan banyak pihak,” ia menambahkan.

Saat ditanya apakah ia ingin terlibat dalam gerakan itu, Jay menjawab dengan tegas: “Oh, iya! Tentu saja!”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.