Uji Sinyal 4G Smartfren di Lokasi-lokasi Wisata Gunung Kidul

Kompas.com - 28/05/2016, 14:05 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sinyal 4G LTE Smartfren di tengah kota Yogyakarta sudah tentu cukup kuat sehingga bisa dipakai menjelajah internet dengan leluasa. Tapi bagaimana ketika bergeser ke arah pinggiran kota, seperti Gunung Kidul?

Penelusuran KompasTekno di beberapa lokasi wisata di Gunung Kidul pada Rabu (25/5/2016) hingga Jumat (27/5/2016) lalu, ternyata kinerja jaringan 4G LTE milik anak usaha grup Sinar Mas itu cukup bisa diandalkan.

Kecepatan download-nya memang tidak tinggi, tapi cukup untuk dipakai streaming video YouTube 480p, melakukan panggilan VoLTE, bermain game, atau sekadar meminta petunjuk perjalanan pada Google Maps, hal-hal yang bisa Anda lakukan saat mudik Lebaran nanti.

Selain itu, ada juga situasi ketika sinyal menunjukkan 4G atau EVDO tapi tidak bisa terhubung ke internet. Sepengalaman KompasTekno, pengalaman tersebut jarang terjadi.

Pengujian dilakukan sepanjang perjalanan dari Yogyakarta menuju kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul. KompasTekno menggunakan sebuah ponsel Andromax E2 dan software aplikasi pengujian Nperf, untuk mengukur kinerja keseluruhan atau uji kecepatan saja.

Pada saat memasuki wilayah sekitar Bukit Bintang, atau menjelang Gapura Selamat Datang ke Gunung Kidul, alat pengujian kami menunjukkan kecepatan download rata-rata 6,03 Mbps sedangkan upload rata-rata mencapai 5,86 Mbps.

Berikutnya dilakukan pengujian serupa saat perjalanan sudah mencapai KM 30 Jalan Jogja - Wonosari, tepatnya di sekitar Museum Kayu Wanagama. Di sekitar wilayah ini kecepatan menurun, download rata-rata hanya 1,01 Mbps dan upload rata-rata 2,42 Mbps.

Namun terdapat catatan, dengan kecepatan yang menurun itu kami masih bisa browsing dengan lancar dan memutar streaming video 480p tanpa hambatan.

Saat mencapai kota Wonosari, kecepatan 4G LTE Smartfren kembali membaik. Setidaknya pada tiga kali pengujian di jalanan pusat kota kabupaten Wonosari, kecepatan download rata-rata mencapai 3,07 Mbps dan upload rata-rata 4,58 Mbps.

Dari Wonosari perjalanan berlanjut ke kecamatan Semanu, tepatnya kawasan wisata Kalisuci. Ternyata kinerja internet Smartfren di sini cukup baik, setidaknya saat kami sedang berada di sana dan keramaian pengunjung hanya berkisar puluhan orang.

Pengujian di base camp wisata Kalisuci menunjukkan kecepatan download rata-rata 7,79 Mbps dan upload 3,59 Mbps. Namun saat kami turun menyusuri jalan setapak menuju gua lokasi cave tubing Kalisuci, sinyal Smartfren dan seluruh operator lain perlahan padam.

Titik berikutnya adalah kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Sepanjang perjalanan ke tempat itu, ponsel Andromax E2 yang kami pakai untuk menguji sempat kehilangan sinyal 4G dan turun menjadi EVDO.

Ada kalanya penurunan tersebut tak mengganggu, karena masih bisa dipakai untuk mengakses internet atau Google Maps. Ada kalanya mesti berpindah posisi dulu agar kembali bisa dipakai mengakses internet.

Namun sejauh pengalaman KompasTekno, hal tersebut belum sampai pada taraf mengganggu. Karena saat sampai ke daerah tujuan, yaitu Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, sinyal Smartfren kembali 4G dan bisa dipakai tanpa kendala.

Pengujian di kami di Embung Nglanggeran, yang berada di sebuah bukit deretan Gunung Api Purba Nglanggeran, menunjukkan kecepatan download rata-rata 7,30 Mbps dan upload rata-rata 11,11 Mbps.

Kegiatan membuka situs internet, mencari jalan melalui Google Maps, mengakses media sosial Facebook, Twitter, Instagram dan Path bisa dilakukan tanpa hambatan. Upload pun lancar tanpa kendala.

Hal serupa juga kami temukan saat berada di pintu pendakian Gunung Api Purba Nglanggeran. Kecepatan download rata-rata mencapai 4,80 Mbps sedangkan upload rata-rata 2,01 Mbps, dengan catatan pengujian yang dimaksud hanya dilakukan di kaki gunung saja, belum sampai naik ke kawasan pendakian.

Sebenarnya selain dua titik wisata tersebut, masih banyak titik wisata lain di Gunung Kidul. Rata-rata berupa pantai di pesisir selatan, seperti Indrayanti, Baron, Nglambor, Ngobaran, Ngrenehan dan lainnya. Sayangnya pengujian kami belum sampai ke sana.

Walau demikian, setidaknya ini bisa memberikan gambaran terhadap keberadaan akses internet Smartfren di sekitar kabupaten tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.