Kompas.com - 02/06/2016, 09:06 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Seiring dengan kehadiran produk-produk headset, seperti Oculus Rift dan HTC Vive, teknologi Virtual Reality (VR) mulai naik daun di ranah gaming PC.

Sayangnya, menurut Senior VP and Chief Architect Radeon Technologies Group AMD, Raja Koduri, game VR yang tersedia saat ini baru bisa dinikmati segelintir gamer karena membutuhkan komputer bertenaga besar dengan harga mahal pula.

“Dari 1,43 miliar PC yang ada di seluruh dunia saat ini, hanya 1 persen yang bisa menikmati VR,” ujar Koduri saat berbicara dalam acara peluncuran kartu grafis Radeon RX 480 di Taipei, Taiwan, Rabu (1/6/2016).

Persoalan inilah yang dilihat sebagai peluang dan coba diatasi oleh AMD dengan meluncurkan keluarga chip pengolah grafis (GPU) baru berkode nama “Polaris”, seperti yang tertanam di kartu grafis Radeon RX480.

Polaris digadang-gadang menjadi basis kartu grafis murah meriah yang cukup bertenaga untuk menjalankan VR. AMD mengincar ceruk pasar di kisaran 100-300 dollar AS karena sebagian besar gamer (84 persen) membeli kartu grafis yang dibanderol di rentang harga tersebut.

“(Sebelum kemunculan Polaris) Belum ada kartu grafis di kisaran harga tersebut (100-300 dollar AS) yang sanggup menjalankan VR,” imbuh Koduri.

Radeon RX 480 sendiri adalah kartu grafis kelas menengah yang dibanderol dengan harga 200 dollar AS. RX 480 merupakan produk pertama dengan GPU Polaris yang diluncurkan AMD.
 
Ke depan, ada kemungkinan vendor chip ini akan merilis model-model lain untuk menduduki rentang harga 100-300 dollar AS tersebut. AMD pun optimis bisa menjadi pilihan bagi 100 juta orang (gamer) pertama yang ingin menikmati VR.

“Kami ingin memulai itu sekarang. Bukan enam bulan dari sekarang atau tahun depan. Itulah tujuan yang ingin kami capai dengan Polaris,” kata Koduri.

Memasyarakatkan VR

Virtual Reality menjadi tema yang berulangkali didengung-dengungkan oleh AMD. Keluarga GPU Polaris diharapkan bisa menambah jumlah pengguna yang bisa menikmati VR di rumah.

Mengapa harus ditambah? AMD menjelaskan jumlah pengguna yang besar diperlukan untuk mendorong perkembangan ekosistem VR secara keseluruhan.

Semakin banyak jumlah konsumen potensial di pasaran (pengguna yang komputernya mampu menjalankan VR), semakin terdorong pula para developer dan publisher untuk menelurkan aneka judul aplikasi VR yang berkualitas.

Untuk merangkul sebanyak mungkin konsumen, AMD pun membanderol Polaris (selaku kartu grafis yang diklaim mampu menjalankan VR dengan mulus) di kisaran harga relatif terjangkau.

“Dengan kemampuannya, Radeon RX 480 akan memasyarakatkan VR. Kartu grafis ini harganya 199 dollar, tapi dirancang seperti produk premium berharga 500 dollar AS,” kata Koduri sesumbar.

Pun begitu, agaknya masih butuh waktu sebelum VR benar-benar bisa dinikmati oleh semua orang di komputer. Pasalnya,  komponen-komponen pendukung lain di luar kartu grafis masih relatif mahal.

VR, misalnya, juga memerlukan prosesor yang andal. Headset VR dari Oculus dan HTC pun benderolnya masih mahal di kisaran harg 600 dollar AS hingga 800 dollar AS.

AMD telah melakukan langkahnya dengan meluncurkan kartu grafis “VR” dengan harga relatif terjangkau. Kapan pemain-pemain yang lain akan ikut serta?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.