TKDN "100 Persen Hardware" Ponsel 4G Dipastikan Dihapus

Kompas.com - 02/06/2016, 14:22 WIB
Komponen sedang diperiksa dan diperbaiki. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comKomponen sedang diperiksa dan diperbaiki.
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Skema aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri ( TKDN) untuk perangkat 4G masih dibahas di tiga kementerian. Dari lima skema, ada satu yang mendapat sorotan dari industri, yakni 100 persen software dan 0 persen hardware.

Industri menganggap skema tersebut tak adil bagi vendor global yang telah membangun pabrik hardware di Indonesia. Pasalnya, nilai investasi yang dikeluarkan lebih besar ketimbang impor utuh. (Baca: Pemerintah Diminta Hapus Aturan 100 Persen Software Ponsel 4G)

Meski diprotes, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara tak serta-merta menghapus skema 100 persen software. Menurut dia, dalam konteks TKDN, industri tak semestinya marah atas kebijakan pemerintah. (Baca: TKDN Boleh 100 Persen Software, Ini Tanggapan Samsung)

"Hitung saja berapa mereka investasi dan berapa pendapatan di sini. Kalau signifikan, misalnya investasi 20 persen dari pendapatan, baru boleh marah," kata dia, usai memberi sambutan pada pameran tahunan Indonesia Cellular Show 2016 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Skema 100 persen hardware dihapus

Di saat industri mengharapkan skema 100 persen software dihapus, Rudiantara justru memastikan bahwa skema 100 persen hardware-lah yang bakal ditiadakan.

"Saya yang mengusulkan agar jangan sampai cuma hardware," ia menuturkan.

Menteri yang kerap disapa RA itu berkilah bahwa skema sepenuhnya hardware bakal membuat Indonesia menjadi negara blue collar alias negara buruh. Sebab, ia memprediksi vendor global bakal mengadu cost manufacturing di Indonesia, Vietnam, dan Laos.

"Janganlah masa kita mau diadu-adu," ujarnya.

Aturan soal TKDN sendiri baru akan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2017. Ponsel-ponsel 4G yang dipasarkan di Indonesia nantinya harus memiliki kandungan lokal sebesar 30 persen. Saat ini, aturan yang berlaku baru 20 persen.

Untuk memenuhi ketentuan TKDN, vendor ponsel bisa melakukan investasi di sektor manufaktur dengan lima pilihan skema yang masih digodok, yakni:

  1. 100 persen software, 0 persen hardware
  2. 25 persen software dan 75 persen hardware
  3. 50 persen software dan 50 persen hardware
  4. 75 persen software dan 25 persen hardware
  5. 0 persen software dan 100 persen hardware

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X