Kompas.com - 02/06/2016, 19:19 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Pasaran ponsel 4G papan bawah, atau yang dijual dengan harga di bawah Rp 1 juta di Indonesia ternyata dikuasai oleh lini smartphone Andromax dari operator seluler Smartfren.

Hal itu diungkapkan oleh Marketing Communication Division Head Smartfren, Derrick Surya, di sela acara peluncuran ponsel Andromax E2+ dan Andromax A di Jakarta, Kamis (2/2/2016).

“Data terakhirnya, pangsa pasar Andromax berada di kisaran 83 persen untuk kategori ponsel 4G di bawah Rp 1 juta, per April 2016,” ungkap Derrick, mengutip data dari firma riset GFK.

Sementara segmen harga papan tengah dan atas, yakni di antara Rp 1 hingga 3 juta dan di atas Rp 3 juta, dikuasai oleh Samsung.

Grafik data GFK yang ditunjukkan oleh Derrick memperlihatkan bahwa Samsung mendominasi dengan pangsa pasar antara 40-60 persen di semua segmen harga, kecuali di bawah Rp 1 juta yang dikuasai oleh Andromax tadi.

Derrick mengaku pihaknya tak risau Andromax hanya meraja di papan bawah. Ini karena Smartfren merupakan operator seluler yang pendapatannya bukan bergantung pada penjualan hardware handset, melainkan layanan kepada konsumen.

“Kartu SIM kami juga bisa digunakan di ponsel lain, termasuk Samsung yang menjadi rekanan kerjasama strategis kami. Smartfren pada dasarnya adalah operator seluler, bukan vendor handset,” tutur Derrick.

Open Market Handset

Meski dulu memerlukan Andromax untuk mendongkrak penggunaan jaringan CDMA, Derrick mengatakan Smartfren kini tak lagi mengandalkan lini smartphone besutannya tersebut lantaran jaringan seluler 4G tak lagi membedakan antara teknologi GSM atau CDMA.

Smartfren pun menggeser peran Andromax untuk mengisi segmen pasar bawah melalui model-model berharga murah seperti Andromax A, ponsel 4G dengan harga Rp 649.000 yang diluncurkan dalam kesempatan itu.

Baca: Smartfren Rilis Andromax A, Ponsel 4G Rp 649.000
 
Sementara, ketegori selebihnya diakomodir dengan menggandeng vendor Open Market Handset (OMH), seperti Samsung tadi melalui kerjasama bundling.

“Jadi, ada pembagian market yang jelas untuk menghindari kanibalisasi,” kata Derrick.

Saat ini Smartfren sudah menggendeng tiga vendor smartphone sebagai rekanannya, yakni Samsung, HiSense, dan Lenovo.

Derrick menjanjikan tahun ini Smartfren bakal menambah dua vendor smartphone lagi ke daftar rekanannya. “Salah satunya bakal kami luncurkan bulan ini, juga untuk segmen entry level. Satunya lagi pada semester dua,” pungkas Derrick.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.