Kompas.com - 03/06/2016, 09:08 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaringan seluler 4G LTE menjanjikan kecepatan transfer data mencapai ratusan megabit per detik (Mbps). Tapi seberapa pentingkah kecepatan transfer data untuk para pengguna?

Menurut operator seluler Smartfren, bagi sebagian besar pelanggan, perihal kecepatan transfer ini cenderung hanya dipersoalkan oleh sebagian orang saja.

“Yang mengukur speed biasanya adalah downloader, orang-orang yang butuh donwload banyak, misalnya yang suka film atau torrent, ” ujar Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, saat ditemui usai acara peluncuran smartphone Andromax A dan Andromax E2+ di Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Baca: Smartfren Rilis Andromax A, Ponsel 4G Rp 649.000

"Yang selalu mempersoalkan speed adalah mereka,” tambah Munir, sambil menjelaskan bahwa kecepatan stabil sebesar 2 Mbps saja sebenarnya sudah mencukupi untuk berbagai keperluan streaming di jaringan 4G LTE.

Dia mengatakan, dibanding kecepatan, hal yang lebih penting bagi pelanggan sebenarnya adalah stabilitas jaringan dalam menikmati aneka konten, mulai dari chatting hingga menonton video di YouTube.

Kendati demikian, dia tak menampik bahwa kebutuhan pelanggan akan kecepatan yang lebih tinggi akan semakin mengemuka, seiring dengan perkembangan ragam dan ukuran konten yang disalurkan.

“Pasti nanti akan ada yang membutuhkan juga, misalnya untuk live broadcasting lewat internet,” ujarnya.

Siapkan 214 Mbps

Smartfren sendiri kini tengah menyiapkan teknologi 3-band carrier agregation (3-CA) yang diklaim mampu menghasilkan kecepatan transfer data hingga 214 Mbps.

Kecepatan setinggi itu diperoleh dengan menggabungkan 3 kanal 4G Smartfren, yakni dua kanal di frekuensi TDD 2.300 MHz, masing-masing dengan lebar pita 20 MHz dan 10 MHz, serta satu kanal di frekuensi FDD 850 Mhz dengan lebar pita 10 MHz.

Baca: Smartfren Siapkan Internet Cepat 214 Mbps

Saat ini teknologi 3-CA Smartfren baru akan memasuki tahap uji coba, tapi Munir mengatakan bahwa jaringan 4G LTE Smartfren di semua wilayah yang kini mencakup 188 kota sudah siap menjalankan 3-CA begitu teknologi tersebut digulirkan nanti.

Hanya saja, dia mewanti-wanti bahwa tak semua ponsel bisa tersambung ke internet dengan teknologi 3-CA Smartfren. Syarat yang harus dipenuhi adalah ponsel yang bersangkutan mesti mendukung LTE Cat.9.

Ponsel yang mendukung LTE Cat.9 biasanya merupakan model kelas atas yang dibekali dengan chipset high-end, seperti seri Snapdragon 808 ke atas dari Qualcomm.

“Jadi, saat membeli handset, kita harus perhatikan kemampuannya, apakah sudah mendukung Cat.9 atau belum. Kalau belum ya tidak bisa,” pungkas Munir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.