Mengenal Teknologi Project Tango dari Google

Kompas.com - 10/06/2016, 10:47 WIB
Logo Project Tango GoogleLogo Project Tango
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Dengan aneka sensor di dalamnya, smartphone bisa mendeteksi orientasi ketika berada di genggaman pengguna. Bayangkan kalau kemampuan ini dapat dikembangkan lebih jauh.  

Smartphone dibuat mampu mengenali lingkungan sekitar dan bisa mendeteksi pergerakannya sendiri melintasi ruang tiga dimensi layaknya manusia. Tentu, bakal ada banyak kegunaan baru untuk perangkat pintar tersebut.

Itulah yang coba diwujudkan oleh Google melalui Project Tango. Apa itu Project Tango? Ia adalah sebuah platform teknologi yang mengandalkan computer vision agar smartphone mampu mendeteksi posisinya sendiri di dunia nyata, tanpa perlu bantuan GPS ataupun sinyal lain yang bersifat eksternal.

Dari navigasi sampai mobil virtual

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Android Headlines, Jumat (10/6/2016), ada bermacam skenario pemakaian baru yang dimungkinkan oleh Project Tango. Ponsel bisa digunakan untuk menjelajahi area indoor dengan memberi petunjuk di layar, misalnya berupa anak panah yang menunjukkan ke mana pengguna harus berjalan.

Antarmuka navigasi disajikan dengan perspektif 3D -bukan sekedar 2D seperti pada peta GPS- karena ponsel mampu melihat dunia sekitar secara tiga dimensi seperti manusia. Ponsel pun bisa tahu ketika pengguna harus melakukan sesuatu yang mengubah ketinggian seperti menaiki tangga.

Selain mapping, masih banyak kemungkinan lain seperti yang dikedepankan oleh aplikasi Car Visualizer. Software yang sudah tersedia di toko Google Play Store ini mengajak pengguna menjelajahi mobil layaknya di dalam showroom.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mobil tersebut berbentuk virtual, tapi dipadu dengan tangkapan gambar dari kamera sehingga tampak seolah ditempatkan di dunia nyata. Pengguna bisa berinteraksi dengan mobil virtual ini, seperti membuka kap mesin atau masuk ke dalam kabin.

Sepintas tedengar mirip dengan teknologi Augmented Reality (AR) konvensional. Bedanya, karena berbasis teknologi Project Tango, Car Visualizer tak memerlukan AR marker alias penanda fisik di dunia nyata yang harus ada agar aplikasi AR bisa menampilkan obyek virtual seperti mobil tadi.

Mungkin bisa dibilang bahwa Project Tango merupakan paduan Virtual Reality dan Augmented Reality. Mirip dengan Microsoft Hololens, tapi didesain untuk berjalan secara standalone di smartphone atau tablet, bukan headset.

Tentu, teknologi baru macam ini belum lengkap tanpa penerapan dalam game.

Sejumlah pengembang pun telah mulai membikin judul-judul yang memanfaatkan kemampuan Project Tango, misalnya Minecraft yang memungkinkan pemain membangun struktur virtual di dunia nyata serta berjalan-jalan menjelajahinya.

“Six degrees of freedom”

Teknologi Project Tango memiliki tiga pondasi utama, yakni motion tracking, area learning, dan depth perception.

Motion tracking mengacu pada kemampuan perangkat untuk mendeteksi gerakannya sendiri saat melintasi ruang tiga dimensi.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.