OnePlus Dipastikan Hengkang dari Indonesia

Kompas.com - 10/06/2016, 14:19 WIB
Logo OnePlus bersama dengan OxygenOS IstLogo OnePlus bersama dengan OxygenOS
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Minggu lalu, sempat tersiar kabar bahwa OnePlus, sang startup pabrikan ponsel asal China, menghentikan aktivitas penjualannya di Indonesia.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Carl Pei, pendiri sekaligus kepala pemasaran global OnePlus, ketika dihubungi oleh KompasTekno, Jumat (10/6/2016).

“Karena perubahan regulasi baru-baru ini, kami tak bisa menjual produk baru di Indonesia sampai ada informasi baru yang disampaikan,” ujar Pei.

Dia tak merinci “perubahan regulasi” apa persisnya yang dimaksud. Alasan lain disebutkan terkait dengan kemampuan produksi dan finansial OnePlus.

“Sebagai perusahaan kecil, kemampuan manufaktur kami harus tersentralisasi untuk menaikkan produksi dan menurunkan harga,” lanjut Pei.

Meski demikian, Pei menyatakan bahwa garansi produk OnePlus yang kadung dibeli oleh konsumen akan terus berlaku.

Setelah berhenti menjual produk, dia menyebutkan OnePlus berminat kembali ke pasaran Indonesia di masa depan nanti, tapi tak menyebutkan waktu pastinya.

Seumur jagung

OnePlus merupakan perusahaan rintisan di bidang hardware smartphone yang didirikan pada Desember 2013. Vendor muda ini mulai melirik kemungkinan ekspansi ke pasar Indonesia setahun setelahnya.

Tapi kiprah OnePlus di Indonesia bisa dibilang cuma seumur jagung.

Produk perdana OnePlus di Indonesia adalah ponsel OnePlus One yang memasuki pasaran Tanah Air pada awal 2015 melalui kerja sama pemasaran dengan salah satu pelaku e-commerce.

Produk terakhir yang diluncurkan OnePlus di Indonesia adalah OnePlus X yang hadir pada akhir Maret lalu. Ponsel 4G LTE dengan banderol harga Ro 3,4 juta itu dipasarkan sebagai perangkat 3G dengan kemampuan 4G yang dikunci.

Alasannya, OnePlus ingin mengikuti regulasi pemerintah yang menetapkan bahwa ponsel 4G LTE yang dipasarkan di Indonesia harus memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 30 persen.

“Kalau (OnePlus) harus memenuhi syarat TKDN, bisa-bisa butuh waktu satu tahun lagi untuk merilis ponsel,” kata Community Manager OnePlus Indonesia, Shinta Hawa Thandari, ketika itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X