OnePlus Hengkang dari Indonesia, Apa Kata Kemenperin?

Kompas.com - 14/06/2016, 15:39 WIB
Kotak pembungkus smartphone OnePlus One Reska K. Nistanto/KOMPAS.comKotak pembungkus smartphone OnePlus One
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru-baru ini vendor ponsel China, OnePlus resmi hengkang dari Indonesia. Mereka beralasan ada perubahan regulasi yang membuat mereka kesulitan menjual produk di Tanah Air, kendati tidak merinci aturan apa yang dimaksud.

Pemerintah Indonesia sendiri saat ini sedang menggalakkan aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri ( TKDN) ponsel 4G LTE. Tujuannya meminta vendor global, seperti OnePlus, untuk berinvestasi dan ikut membangun industri ponsel di Tanah Air.

Entah aturan tersebut penyebabnya, atau bukan, yang pasti OnePlus kini sudah dipastikan hengkang dari pasar Tanah Air.

Tidak ambil pusing

Pemerintah sendiri mengaku tak ambil pusing soal hengkangnya vendor China yang satu ini, karena yang dicari adalah vendor global yang siap berinvestasi.

“Kalau (OnePlus) cuma menjual tanpa ada komitmen investasi di bidang industri hardware atau software, ya nggak masalah (hengkang),” komentar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), I Gusti Putu Suryawirawan saat dihubungi KompasTekno, Senin (13/6/2016).

“Pasar ponsel di negara kita ini sangat besar sehingga banyak yang cuma mau berdagang saja, tanpa komitmen masuk ke bidang industri,” imbuhnya.

Hanya dua produk saja di Indonesia

Sejak datang ke Indonesia pada 2015 lalu, OnePlus memang belum bisa memenuhi aturan TKDN yang disyaratkan pemerintah.

Produk perdana mereka di Indonesia adalah ponsel OnePlus One yang mulai masuk pada awal 2015 lalu. Perusahaan asal China ini menjualnya melalui kerjasama dengan salah satu situs belanja online Tanah Air.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X