Heboh "Tahu Bulat" di Jagat Game

Kompas.com - 16/06/2016, 03:23 WIB
Studio aplikasi asal Bandung mengadopsi tren tahu bulat menjadi sebuah permainan untuk ponsel Android Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comStudio aplikasi asal Bandung mengadopsi tren tahu bulat menjadi sebuah permainan untuk ponsel Android
|
EditorReza Wahyudi

Cerita dagang tahu bulat berawal dari partisipasi kedua anak muda itu dalam pameran Pasar Komik Bandung, 7-8 Mei silam. Booth mereka sepi pengunjung pada hari pertama. Saat itu, Eldwin pun punya waktu membuat sketsa karakter dan suasana bakal game Tahu Bulat, sementara Jefvin membuat programnya.

Pada hari kedua, prototipe game itu kelar. Ia mengundang pengunjung pameran untuk mencicipi ”tahu bulat” yang ”digoreng dadakan”. ”Ada lebih dari 100 orang mencoba, dan mereka senang,” kata Eldwin.

Setelah disempurnakan, game itu tayang sepekan kemudian. Maka, dimulailah hari-hari sibuk mereka berdua.

Pembuat game dalam negeri, terutama yang berbasis telepon pintar, mendapat peluang sejalan dengan penggunaan ponsel pintar yang luas. Survei Litbang Kompas akhir Mei lalu menyebutkan, 90 persen lebih dari 500 siswa SMA di Jabodetabek aktif memakai ponsel pintar.

Masa jaya

Pasar game dalam negeri juga dicium pengembang Touchten. Kantornya tersembunyi di pojok area parkir pertokoan Thamrin City di Lantai 7, Jakarta. Didirikan pada 2009, Touchten mempekerjakan sekitar 50 orang, rata-rata berusia di bawah 28 tahun.

”Tahun ini masa jaya pengembang game lokal. Tahun lalu belum ada game bikinan Indonesia di daftar teratas Play Store. Kini, dari lima besar, bisa ada tiga game bikinan dalam negeri,” kata pendiri Touchten, Anton Soeharyo (31).

Perusahaan itu ia bangun bersama adiknya, Rokimas Putra Soeharyo (28), dan sepupunya, Dede Indrapurna (29).

Berangkat dari pemain game, Anton membuat game setelah Apple mengeluarkan iPhone. Dalam perangkat itu ada game berjudul iFart, tentang bunyi- bunyi kentut. ”Aplikasi lucu kayak gitu ternyata menghasilkan Rp 600 juta per hari. Saya coba-cobalah bisnis ini,” katanya.

Game pertama yang mereka pasarkan adalah Sushi Chain, tentang pelayan di warung sushi. Ini menghasilkan tak kurang dari 10.000 dollar AS per bulan dari iklan selama sekitar satu tahun. Permainan itu diunduh 1,2 juta kali. Mereka pun berbunga-bunga.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X