Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Internet Cepat 188 Mbps Smartfren Siap Disebar ke 22 Kota

Kompas.com - 18/06/2016, 10:36 WIB
Yoga Hastyadi Widiartanto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan telekomunikasi Smartfren Telecom berencana membuka akses layanan internet dengan teknologi three carrier aggregation di 22 kota. Internet cepat Smartfren ini digadang-gadang bakal memiliki kecepatan akses data hingga 188 Mbps.

Secara teori, teknologi three carrier aggregation mampu memberikan kecepatan yang lebih tinggi, yakni hingga 214 Mbps.

Namun sementara ini, Smartfren baru akan memakai kanal 35 Mhz saja, sehingga kecepatan maksimalnya lebih rendah. Sedangkan 5 Mhz sisanya, masih dipakai untuk menangani pelanggan CDMA.

Lebih detailnya seperti berikut, carrier aggregation Smartfren menggunakan dua frekuensi berbeda, yaitu 2.300 MHz dan 850 Mhz. Kedua frekuensi tersebut kemudian dibagi menjadi tiga kanal.

Rencananya, untuk kanal pertama dan kedua dialokasikan kapasitas sebesar 20 Mhz dan 10 Mhz, dengan teknologi TDD. Sedangkan kanal ketiga dialokasikan kapasitas sebesar 10 Mhz dengan teknologi FDD.

Bila seluruh kanal dengan total 40 MHz itu dipakai, maka secara teori kecepatan internet yang bisa dirasakan pelanggan adalah up to 214 Mbps. Namun untuk saat ini Smartfren baru memakai kanal sebesar 35 Mhz saja, sehingga kecepatannya hanya bisa mencapai 188 Mbps.

Smartfren belum mau berbicara kapan sisa kanal itu (5 MHz) bisa disematkan sebagai pendongkrak kapasitas internet 4G LTE mereka, kemungkinan menunggu sekitar 11 juta pelanggan CDMA Smartfren migrasi dari kanal itu lebih dulu.

"Three carrier agregation ini kami siapkan untuk pakai 35 MHz frekuensi. Kami buka di seluruh kota yang 4G LTEnya sudah ada time division duplex (TDD) serta frequency division duplex (FDD)," terang Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo saat ditemui KompasTekno, Kamis (16/6/2016) malam.

"Total ada lebih kurang 22 kota. Ya, rencananya mungkin akan diaktifkan H-7 lebaran nanti," imbuhnya. Namun Munir enggan merinci secara detil kota-kota mana saja yang akan disambangi oleh internet cepat Smartfren ini.

Tergantung perangkat

Teknologi three carrier agregation ini memang menjanjikan akses internet 4G yang lebih cepat. Tapi perlu diketahui, syarat mendapatkan kecepatan tinggi itu bukan hanya soal teknologi milik operator, melainkan juga soal perangkat ponsel yang dipakai pengguna.

Carrier aggregation yang dirilis Smartfren nantinya cuma bisa dinikmati ponsel dengan chip yang mendukung. Rata-rata chip tersebut disematkan pada ponsel high end seperti Samsung Galaxy Note 5.

Minimal chip ponsel mesti mendukung spesifikasi 4G LTE Cat 9. Tanpa dukungan tersebut, maka pengguna cuma akan merasakan kecepatan internet sesuai spesifikasi ponsel, tak lebih ngebut dari biasanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jadwal MPL S13 Pekan Ini, Evos Glory Vs Onic Esports

Jadwal MPL S13 Pekan Ini, Evos Glory Vs Onic Esports

Game
Huawei Pura 70 Ultra Meluncur, Lensa Kamera Bisa Keluar-Masuk

Huawei Pura 70 Ultra Meluncur, Lensa Kamera Bisa Keluar-Masuk

Gadget
Huawei Pura 70, 70 Pro, dan 70 Pro Plus Meluncur, Debut Smartphone Pura Series

Huawei Pura 70, 70 Pro, dan 70 Pro Plus Meluncur, Debut Smartphone Pura Series

Gadget
Penampakan HP Non-Nokia Pertama dari HMD Global, Ada Dua Versi

Penampakan HP Non-Nokia Pertama dari HMD Global, Ada Dua Versi

Gadget
Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

e-Business
Samsung Perkenalkan Memori LPDDR5X Terkencang untuk Ponsel dan AI

Samsung Perkenalkan Memori LPDDR5X Terkencang untuk Ponsel dan AI

Hardware
Penerbit 'GTA 6' PHK 600 Karyawan dan Batalkan Proyek Rp 2,2 Triliun

Penerbit "GTA 6" PHK 600 Karyawan dan Batalkan Proyek Rp 2,2 Triliun

Game
TikTok Notes, Aplikasi Pesaing Instagram Meluncur di Dua Negara

TikTok Notes, Aplikasi Pesaing Instagram Meluncur di Dua Negara

Software
HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

Gadget
Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat 'Ngetwit'

Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat "Ngetwit"

Software
Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

e-Business
8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

e-Business
Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Internet
Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Software
HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang 'Membosankan'

HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang "Membosankan"

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com