Kompas.com - 18/06/2016, 11:48 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Apple terancam kehilangan kesempatan memanen keuntungan dari potensi pasar di China. Pasalnya, raksasa teknologi Amerika Serikat itu kalah melawan gugatan paten dan diminta berhenti menjual dua jenis ponselnya.

Penggugat adalah perusahaan rintisan bernama Shenzhen Baili. Mereka mengajukan gugatan karena menganggap iPhone 6 dan iPhone 6 Plus melanggar paten mengenai desain ponsel.

Setelah Shenzen Baili memenangkan gugagatan tersebut, Apple pun diminta untuk menghentikan penjualan kedua jenis iPhone di atas di Ibu kota China, Beijing.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Wall Street Journal, Sabtu (18/6/2016), Apple mengatakan bahwa keputusan pengadilan itu masih dalam status menunggu banding, sehingga belum berpengaruh pada penjualan.

Selama ini Apple aman-aman saja berjualan di China. Bahkan, mereka seolah kebal dari ketatnya peraturan di Negeri Tirai Bambu itu dan vendor lain banyak yang merasa iri.

Saat China dipimpin oleh Presiden Xi Jinping situasi mulai berubah. China semakin ketat mengatur teknologi dan konten, sedangkan perusahaan lokal di sana mulai belajar memanfaatkan perubahan tersebut.

Misalnya dalam hal pengaturan paten secara lokal. Seiring dengan makin matangnya sistem itu, perusahaan lokal memanfaatkannya dengan mengajukan gugatan atau klaim terhadap pelanggaran paten, meskipun penggugat bukanlah perusahaan pertama yang mengembangkan paten tersebut.

“Sebenarnya tak banyak perusahaan China yang menggugat paten perusahaan AS dan berhasil menang. Tapi sekarang Anda akan mulai melihat ada lebih banyak yang menang,” komentar Erick Robinson, Chief Patent Counsel for Asia Pacific, Rouse China Law Firm. .

Sekadar diketahui, Shenzen Baili yang memenangkan gugatan pada Apple itu tidak dikenal di luar China. Mereka bahkan tidak memiliki situs resmi.

Ada juga indikasi yang menunjukkan bahwa Shenzen Baili punya nama lain, yaitu Digione. Perusahaan yang disebut belakangan, mirip dengan Xiaomi, dikenal sebagai pembuat ponsel murah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.