Kompas.com - 18/06/2016, 15:29 WIB
|
EditorReza Wahyudi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara angkat bicara terkait polemik yang terjadi menyangkut poster iklan Indosat Ooredoo yang terang-terangan menyinggung Telkomsel.

Menurut Rudiantara, ada dua hal substansial yang perlu diperhatikan dalam kegiatan promosi yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo itu.

"Pertama adalah itu benar nggak dengan tarif itu (Rp 1/detik) bisa sustainable bisnisnya?" kata pria yang kerap disapa Chief RA itu saat dijumpai di kantor Kemenkominfo, Jumat (17/6/2016).

Menurut Rudiantara, dengan tarif telepon Rp 1/detik memang memberi pilihan bagus bagi masyarakat, namun ia juga mempertanyakan apakah bisnis Indosat Ooredoo bisa bertahan lama dengan memberikan tarif seperti itu.

Hal kedua yang disoroti RA adalah mengenai cara atau etika berkomunikasi dalam hal beriklan. "Sebetulnya kita tidak mengatur detilnya, biarkan berkompetisi, yang diatur adalah koridornya," kata Rudiantara.

Untuk meredakan "perang" Indosat Ooredoo dan Telkomsel, Rudiantara mengaku sudah meminta Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memanggil Indosat Ooredoo untuk dimintai penjelasannya.

BRTI sendiri rencananya akan meminta penjelasan dari Indosat Ooredoo pada Senin (20/6/2016) mendatang. Baca: Senin, BRTI Panggil Indosat Terkait Iklan Sindir Telkomsel

Spanduk sindiran

Sebelumnya, foto-foto spanduk promosi Indosat ramai menjadi perbincangan di media sosial sejak Kamis (16/6/2016) lalu.

Pasalnya, dalam foto tersebut, operator yang identik dengan warna kuning ini terang-terangan menyindir tarif telepon operator seluler lain, yaitu Telkomsel.

Baca: Bos Indosat Benarkan Spanduk Singgung Telkomsel

Dalam foto tersebut terlihat ada salah satu spanduk bertuliskan, "Cuma IM3 Ooredoo nelpon Rp 1/detik, Telkomsel? Gak mungkin." Kemudian ada juga poster lain berisi tulisan, "Saya sudah buktikan nelpon ke Telkomsel Rp 1/detik."

Persaingan antar-operator seluler kini memang sedang hangat-hangatnya. Hal itu masih ditambah dengan alotnya pembahasan skema penurunan tarif interkoneksi yang sedang digodok bersama Kemenkominfo.

Baca juga: Disindir Indosat Bertarif Mahal Lewat Iklan, Ini Jawaban Telkomsel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.