Kompas.com - 20/06/2016, 10:09 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

“Jika hal ini benar iklan, seharusnya Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) bisa menegur atau mengimbau si pembuat iklan,” terang Ketut saat dihubungi KompasTekno.

Dalam Etika Pariwara Indonesia (Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia), artikel 1.21 bagian Tata Krama, memang disebutkan bahwa iklan tidak boleh merendahkan produk pesaing secara langsung maupun tidak langsung.

Senin (20/6/2016) pagi ini, rencananya BRTI akan memanggil dan mendengarkan penjelasan Indosat terkait pemakaian spanduk berisi kata-kata sindiran, sebagaimana yang disebutkan dipakai dalam kampanye.

Selain Indosat, BRTI juga berniat mengundang pihak Telkomsel untuk ikut hadir.

“Secara formal, kami akan dengarkan Indosat dahulu, setelah itu besar kemungkinan Telkomsel akan kami undang juga, dan tidak tertutup kemungkinan seluruh operator seluler nantinya akan kami undang,” pungkas Ketut.

Baca: Selain Spanduk Sindiran, Indosat Sebut Telkomsel Borong Produknya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.