Indosat Diminta Ajukan Protes Resmi Terkait Monopoli Telkomsel

Kompas.com - 20/06/2016, 17:37 WIB
Indosat resmi berubah nama menjadi Indosat Ooredoo sejak Kamis (19/11/2015). Reska K. Nistanto/KOMPAS.comIndosat resmi berubah nama menjadi Indosat Ooredoo sejak Kamis (19/11/2015).
|
EditorReska K. Nistanto

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli membenarkan keberadaan spanduk dan poster tersebut. Namun dia menolak jika hal itu disebut sebagai iklan.

“Hanya aktivitas akuisisi saja, event di booth,” ujarnya kepada KompasTekno.

Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Deva Rachman juga mengamini pernyataan Alex. Menurutnya, program tarif Rp 1 per detik yang dilakukan di luar Pulau Jawa.

Pelanggan di wilayah itu kerap mengatakan tarif telepon mahal dan mereka tidak memiliki pilihan operator lain. Dengan kata lain, terjadi monopoli di sana.

Menurut Deva, 80 persen pasar di luar Pulau Jawa dikuasai oleh satu pemain. Indosat pun prihatin dan meminta pemerintah menegakkan regulasi terkait.

"Oleh karena itu Indosat Ooredoo berupaya masuk pasar luar Pulau Jawa dengan menerapkan tarif Rp 1/detik," kata Deva.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X