Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/06/2016, 15:04 WIB
|
EditorReza Wahyudi

Baca: Keluh Kesah Bos Indosat soal Dominasi Telkomsel di Luar Jawa

"Masyarakat yang perkapitanya rendah harusnya bisa akses telekomunikasi yang sama murahnya dengan daerah lain (kota besar)," ia menuturkan.

Praktik monopoli ini, kata Alex, bisa ditumpas dengan regulasi telekomunikasi yang memihak pada operator kecil, salah satunya menurunkan biaya interkoneksi.

Biaya interkoneksi sendiri merujuk pada komponen yang wajib dibayar operator A ke operator B saat pelanggannya melakukan panggilan lintas operator. Saat ini tarifnya dipatok Rp 250,- per menit.

Jika nominal itu turun, gap biaya yang harus dibayar pelanggan saat menelepon ke sesama operator (on-net) dan beda operator (off-net) bisa direduksi. Pengguna operator A tak perlu takut menelepon pelanggan operator B dan C.

Indosat mengatakan operator kecil berharap penghitungan interkoneksi tahun ini bisa turun signifikan. Wacana awal menyebut penurunan tarif interkoneksi bisa sampai 70 persen, lalu menciut menjadi 50 persen dan terakhir disepakati 25 persen.

"Itu saja masih diprotes secara terbuka oleh Telkomsel," ujar Alex.

Penurunan tarif interkoneksi yang signifikan bakal mempertemukan dua sumbu ke titik tengah. Dalam artian, tarif retail yang diberlakukan semua operator secara on-net maupun off-net bisa bersaing. Dengan begitu, monopoli pasar sukar terjadi.

Selain interkoneksi, ada cara lain untuk menekan pengeluaran industri yang dinilai bakal berdampak positif bagi masyarakat, yakni dengan berbagi infrastuktur alias infrastructure sharing. Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mendorong praktik ini dan telah dijalankan oleh Indosat dan XL.

Kedua operator itu membuat usaha patungan dalam hal penyediaan menara, base transceiver station (BTS), radio access network (RAN), dan sebagainya.

Telkomsel sendiri menegaskan tidak akan mengadopsi sistem infrastructure sharing atau berbagi infrastruktur dengan operator lain. Alasannya, jaringan mereka sudah padat pengguna dan tidak memungkinkan untuk dibagi.

Baca: Indosat Tuding Telkom Anak Emaskan Telkomsel di Luar Jawa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.