Kompas.com - 25/06/2016, 13:38 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi di Silicon Valley bisa dibilang kompak dalam urusan memilih kandidat Presiden Amerika Serikat. Mayoritas suara mereka ditujukan untuk kandidat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton ketimbang Donald Trump.

Mulai dari pendiri Google Eric Schmidt hingga CFO Facebook Sheryl Sandberg secara terang-terangan menyuarakan dukungannya. Nama mereka tercantum dalam sebuah surat dukungan resmi.

Selain dua pimpinan yang selama ini memang dekat dengan Partai Demokrat itu, ada beberapa nama petinggi yang juga memberi dukungan. Antara lain CEO Netflix Reed Hastings, CEO Airbnb Brian Chesky, CEO Tumblr David Karp, dan CEO Dropbox Drew Houston.

Untuk lebih lengkap, berikut daftar nama petinggi perusahaan teknologi yang telah menjatuhkan pilihan pada Hillary Clinton, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (24/6/2016) dari Recode.

1. Miki Agrawal, founder dan CEO Thinx.
2. Nathan Blecharczyk, co-founder dan CTO Airbnb.
3. Candy Ergen, co-founder DISH Network.
4. Joe Gebbia, co-founder dan CPO Airbnb.
5. Reed Hastings, founder dan CEO Netflix.
6. Reid Hoffman, Partner di Greylock.
7. Drew Houston, founder dan CEO Dropbox.
8. Irwin Jacobs, CEO Emeritus Qualcomm.
9. Paul Jacobs, Executive Chairman Qualcomm.
10. David Karp, founder dan CEO Tumblr.
11. Charles Phillips, CEO Infor.
12. Mark Pincus, co-founder Zynga.
13. Laura M. Ricketts, co-owner Chicago Cubs.
14. Sheryl Sandberg, CFO Facebook.
15. Eric Schmidt, Executive Chairman Alphabet.
16. Jeremy Stoppelman, CEO dan co-founder Yelp.
17. Anne Wojcicki, CEO dan co-founder 23andme.

Dari deretan nama itu, tak muncul nama CEO Apple Tim Cook atau perwakilan dari Apple. Belum jelas apakah Apple akan turut mendukung Clinton seperti rekan-rekannya atau tidak.

Yang jelas, pada awal pekan ini, Cook terlibat dalam acara penggalangan dana yang diinisiasi juru bicara Partai Republik, Paul Ryan. Partai Republik sendiri diketahui sebagai partai pengusung kandidat Presiden AS lainnya, Donald Trump.

Selain itu, para Maret lalu, CEO Apple, Google, dan Tesla dikatakan berpartisipasi pada rapat tertutup dengan para pimpinan Partai Republik untuk membahas industri bisnis AS.

Pemilihan Presiden AS akan dilakukan pada 8 November 2016 mendatang. Dua kandidat kuat adalah Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.