Opera Tangkis Sindiran Microsoft Edge

Kompas.com - 25/06/2016, 15:20 WIB
Ilustrasi fitur penghemat baterai browser Opera OperaIlustrasi fitur penghemat baterai browser Opera
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Perang browser makin memanas. Awal minggu ini, Microsoft mengklaim bahwa peramban Edge buatannya lebih hemat baterai dibandingkan browser lain di pasaran. 

Sekarang giliran Opera menyerang balik dengan hasil uji sendiri, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Sabtu (25/6/2016).

Perusahaan browser yang berbasis di Oslo, Norwegia ini mengedepankan fitur battery saver yang diperkenalkan bulan lalu. Menurut Opera, saat fitur ini diaktifkan, maka peramban  (Opera) yang bersangkutan bakal jauh lebih irit baterai dibandingkan browser lain.

“Seperti tim engineering lain, kami suka saat ada yang mengajak bertengkar,” ujar Direktur Pengembangan Software Opera Blazej Kazmierczak, soal klaim Microsoft mengenai iritnya penggunaan data Edge.

Kata-kata Opera coba dibuktikan lewat sebuah pengujian otomatis yang menyimulasikan kunjungan ke situs-situs web populer.

Opera Opera mengklaim perambannya lebih hemat baterai dibanding Chrome dan Edge, saat fitur ad blocker dan battery saver diaktifkan
Hasilnya, dengan ad blocking dan battery saver diaktifkan, Opera mengklaim versi developer reelease terbaru (39.0.2248.0) dari peramban buatannya mampu membuat perangkat bertahan 22 persen lebih lama dari Edge dan 35 persen lebih lama dri Google Chrome.

Metodologi pengujian Opera dijelaskan secara detil dalam sebuah posting blog. Perusahaan ini menantang Microsoft agar melakukan hal serupa.

“Kalau Microsoft ingin membuktikan perambannya lebih baik (dalam hal apapun), maka Microsoft harus transparan soal metodologi sehingga bisa direplikasi oleh yang lain,” kata Kazmierczak.

Program Manager Kyle Plug telah menjawab tudingan Opera dengan balik menuduh Opera telah berlaku tidak adil dengan mengaktifkan fitur ad blocker pada browser buatannya, sehingga konten yang ditampilkan tidak sama dengan peramban lain dalam pengujian.

Meski masih bertengkar, ada satu hal yang disepakati Opera dan Microsoft, yakni Chrome merupakan yang paling boros daya di antara semua peramban. Kini agaknya giliran Google yang ditunggu melontar serangan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber The Verge
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X