Menikmati Dentuman Musik dari "Headphone" Termahal di Dunia

Kompas.com - 02/07/2016, 20:18 WIB
Merasakan sensasi menjajal headphone Sennheiser HE 1, Kamis (30/6/2016) di Marina Bay Sands, Singapura. Maverick Merasakan sensasi menjajal headphone Sennheiser HE 1, Kamis (30/6/2016) di Marina Bay Sands, Singapura.
|
EditorReza Wahyudi

SINGAPURA, KOMPAS.com - Headphone termahal di dunia, Sennheiser HE 1, pertama kali meluncur untuk pasar Asia Tenggara pada Kamis (30/6/2016) lalu. Beberapa awak media termasuk KompasTekno menjadi penduduk rumpun Melayu pertama yang merasakan pengalaman menjajal headphone Rp 730 juta itu.

Sebelum memulai sesi listening experience, para jurnalis diwanti-wanti agar siap mental. Pasalnya, beberapa orang dikatakan menangis saat pertama kali menerima sensasi HE 1.

Pernyataan itu terlontar dari mulut CEO Seinnheiser, Andreas Sennheiser, pada peluncuran HE 1 di Marina Bay Sands, Singapura. Beberapa jurnalis yang hadir sontak tertawa mendengar ucapan sang cucu pendiri perusahaan itu.

Fatimah Kartini Bohang Sennheiser HE 1.
Usai acara peluncuran, di sebuah kamar hotel yang masih bertempat di Marina Bay Sands, para jurnalis menunggu giliran satu per satu untuk mendengar lagu via HE 1.

KompasTekno mendapat giliran pertama. Perangkat yang dilengkapi amplifier tabung dan transistor itu mulanya terlihat seperti kotak pemutar vinyl dari tahun 1980-an.

Setelah tombol on dipencet, barulah delapan tabung amplifier memunculkan diri, seiring dengan empat channel penyetel stereo dan kover headphone yang pelan-pelan terbuka. Dibutuhkan waktu sekitar 12 detik untuk menuntaskan proses tersebut.

KompasTekno kemudian mengambil headset dari permadaninya untuk kemudian disematkan ke kepala. Penutup telinga (ear cups) yang lebar memberikan kesan nyaman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, bantalan telinga yang terbuat dari kulit handmade terasa empuk menyentuh sisi-sisian telinga. KompasTekno merasa seperti tak memakai alat apapun.

Dalam satu sesi, ada tiga lagu yang didengarkan dengan total durasi sekitar enam menit. Saat lagu pertama dimulai, bunyi terdengar natural seakan tanpa perantara headphone. Tak ada kesan keras yang menusuk telinga meski volume disetel lumayan tinggi.

Fatimah Kartini Bohang Sennheiser HE 1.
KompasTekno menerima kesan seperti benar-benar berada di tengah panggung konser. Ada penyanyi yang melantunkan lagu tepat di depan muka, lalu dentuman instrumen lainnya mengelilingi dari segala penjuru.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.