Kompas.com - 14/07/2016, 13:03 WIB
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Pecinta BlackBerry 10 (BB10) baru saja mendapat angin segar. Beberapa kali diberitakan sudah akam "dimatikan", perangkat baru berbasis sistem operasi bikinan BlackBerry tersebut dikatakan masih mungkin dirilis.

Informasi tersebut dibeberkan oleh Chief Operating Officer BlackBerry, Marty Beard, dalam sebuah wawancara dengan media CrackBerry.

Dalam wawancara tersebut, Beard membantah kabar yang menyatakan akan dihentikannya pengembangan perangkat berbasis BB10.

"Roadmap kami sepenuhnya diarahkan oleh konsumen kami. Kami tentunya tidak akan beralih dari BB10 karena memiliki jumlah pengguna yang banyak di BB10 dan harapan tinggi dari grup tersebut," ujar Beard, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Crackberry, Kamis (14/7/2016).

"Perusahaan tidak pernah menyatakan tak akan membuat perangkat BB10 lainnya," imbuh Beard.

Baca: Ponsel BlackBerry 10 Mulai Ditinggalkan

Rumor seputar berhentinya BlackBerry mengembangkan perangkat BB10 muncul setelah Senat AS menghentikan permohonan karyawan atas perangkat tersebut.

Senat beralasan, operator penyedia, AT&T dan Verizon, juga sudah tidak menyediakan perangkat tersebut karena BlackBerry sudah berhenti memproduksi BB10.

BlackBerry sendiri sudah membantah kabar tersebut. Menurut perusahaan asal Kanada tersebut, hanya BlackBerry Passport yang akan dihentikan produksinya.

Baca: Bagaimana Nasib BlackBerry 10 Sebenarnya?

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Crackberry
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.