Kompas.com - 15/07/2016, 08:24 WIB
Game IstGame "Pokemon Go" memungkinkan pemain menangkap monster lucu di dunia nyata.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Popularitas "Pokemon Go" membuat Nintendo, sebagai pemilik merek tersebut, kebanjiran untung. Kini mereka berniat mendapatkan keuntungan lebih besar dengan cara menanamkan iklan virtual berbasis lokasi.

Rencana tersebut diungkap oleh John Hanke, seorang Chief Executive di Niantic, perusahaan yang mengembangkan Pokemon Go bersama dengan Nintendo. Menurutnya, bentuk iklan tersebut berupa sebuah lokasi bersponsor.

“Ada komponen kedua dalam model bisnis kami di Niantic, bentuknya berupa konsep lokasi khusus yang disponsori merek tertentu. Mereka membayar agar lokasinya (di dunia nyata) menjadi lokasi khusus dalam peta virtual,” terang Hanke.

Baca: Mengapa Pokemon Go Begitu Sukses?

Sementara itu, Atul Goyal, seorang analis dari firma investasi keuangan Jefferies, berkomentar bahwa rencana tersebut memang mungkins saja terjadi. Setidaknya, Nintendo punya peluang besar untuk monetisasi Pokemon Go dengan memanfaatkan lokasi virtual dan lokasi nyata.

“Tentu saja Nintendo memiliki beberapa cara potensial untuk menerapkan monetisasi pada permainan ini. Salah satunya adalah meminta pengiklan membayar dengan harga tertentu atau menawarkan diskon tertentu sehingga mempengaruhi pemain Pokemon Go untuk mengunjungi toko atau lokasi khusus,” ujarnya.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Financial Times, Kamis (14/7/2016), permainan Pokemon Go memang memadukan peta dunia nyata dengan peta virtual. Pemain pun diminta mendatangi lokasi tertentu di dunia nyata untuk menemukan monster, Pokestop atau bertanding di Gym virtual.

Baca: 6 Hal yang Harus Diketahui Pemain Pokemon Go

Dengan memanfaatkan cara bermain ini, maka bisa saja pengiklan mensponsori titik tertentu untuk dijadikan Pokestop atau Gym. Pemain pun otomatis akan berkumpul di lokasi ini.

Selain model monetisasi berbasis lokasi, sebenarnya Pokemon Go sudah memiliki cara lain untuk mereguk untung dari para pemburu Pokemon. Bentuknya berupa benda-benda yang jadi kebutuhan berburu dan mesti dibeli menggunakan uang sungguhan (in-app purchase).

Misalnya Incense untuk memanggil Pokemon atau Egg Incubator yang bisa dibeli dari toko virtual.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.