Kompas.com - 18/07/2016, 14:16 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Sebuah data presentasi diduga milik Go-Jek bocor. Data itu disebut berisi informasi rahasia mengenai jumlah pemesanan dan nilai transaksi bruto perusahaan ride-sharing tersebut.

Dari angka yang tercantum terlihat angka-angka di dalamnya mengindikasikan besarnya peningkatan jumlah pemesanan layanan Go-Jek dalam periode Maret hingga Oktober 2015. Total peningkatan itu sejumlah 98 persen.

Namun, seperti dilansir KompasTekno dari Tech in Asia, Senin (18/7/2016), persentase pertumbuhan pemesanan layanan Go-Jek mulai menurun pada bulan-bulan berikutnya.

Pada periode Oktober 2015 hingga Maret 2016, hanya terlihat pertumbuhan 12 persen saja. Khusus pada Januari 2016, terlihat bahwa Go-Jek mencatatkan rata-rata 340.000 pemesanan per hari.

Situs teknologi Tech in Asia yang mendapatkan bocoran tersebut telah memperoleh konfirmasi dari pihak Gojek bahwa bocoran angka pada data dari presentasi itu memang benar menunjukkan kinerja bulan Maret 2016 dan bulan-bulan sebelumnya.

Dari bocoran tersebut terlihat pertumbuhan pada akhir 2015 cenderung datar. Meski demikian, total booking layanan Go-Jek yang dituntaskan per bulannya pada tahun ini disebut meningkat hingga 900 kali lipat.

Kepada Tech in Asia, Go-Jek mengatakan bahwa jumlah pemesanan layanan mereka pada kuartal II 2016 mengalami peningkatan 60 persen. Namun tidak dijelaskan peningkatan ini dibandingkan dengan kinerja pada kuartal berapa.

Selain itu, Go-Jek juga mengatakan bahwa pada Juni 2016 berhasil mencatatkan total lebih dari 20 juta booking atau artinya sekitar 667.000 pemesanan per hari.

“Ada lebih dari 20 juta booking pada Juni 2016. Artinya kami memproses lebih kurang 8 booking per detik tepat pada bulan sebelumnya,” jelas pihak Go-Jek.

Go-Jek mengklaim bahwa pertumbuhan besar pada kuartal 2 2016 disebabkan oleh fokus mereka pada pengembangan pasar di luar Jakarta. Penambahan layanan baru, seperti Go-Car, Go-Pay, dan Go-Kilat yang bekerja sama dengan Tokopedia, juga turut andil dalam peningkatan itu.

Mereka memang diketahui memperluas layanannya ke berbagai daerah di Indonesia. Selain Jakarta, layanan Go-Jek kini sudah bisa dinikmati di Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Medan, Semarang, Palembang, dan Balikpapan.

Subsidi yang dikurangi

Bocoran data itu juga disebutkan berisi informasi mengenai pengurangan subsidi dan bonus yang diberikan pada para pengemudi Go-Jek. Kedua insentif tersebut diberikan sebagai salah satu cara perusahaan meningkatkan jumlah pengguna layanannya.

Pada periode ketika pertumbuhan mulai melambat, yaitu Oktober 2015 hingga Maret 2016, perusahaan juga dikatakan mengurangi subsidi serta bonus untuk pengemudi. Pengurangan itu dikabarkan mencapai 71 persen.

Sedangkan total dana yang dicurahkan untuk keperluan subsidi dan bonus itu, pada periode yang disebutkan di atas, adalah 72,6 juta dollar AS atau setara Rp 951 miliar. Tidak diketahui apa yang menyebabkan mereka memutuskan untuk mengurangi porsi subsidi ini.

Informasi terakhir yang diperoleh dari data tersebut adalah soal total transaksi bruto  yang turun drastis. Hal ini seiring dengan penurunan tarif per kilometer Go-Jek, dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.000. Alasan penurunan harga ini pun tidak disebutkan.

Mencari dana segar

Sekadar diketahui, Wall Street Journal sempat mengabarkan bahwa Go-Jek sedang berusaha meraih investasi senilai 400 juta dollar AS atau setara Rp 5,2 triliun. Nilai tersebut bakal menjadikan valuasi perusahaan menjadi 1,2 miliar dollar AS atau setara Rp 15,7 triliun.

Kesepakatan investasi tersebut disebut sedang diproses, sehingga bisa saja ada perubahan. Kabarnya yang terlibat dalam ronde pendanaan ini adalah perusahaan investasi besar, yaitu KKR serta Warburg Pincus.

Sementara itu, beredar juga informasi yang menyebutkan bahwa saat ini dana Go-Jek per bulan Maret lalu hanya tersisa lebih dari 100 juta dollar AS atau setara Rp 1.31 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.