Kompas.com - 22/07/2016, 08:43 WIB
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com — Dua orang remaja di Guatemala, Amerika Tengah, ditembak oleh orang tak dikenal saat sedang berburu monster di permainan "Pokemon Go". Tak diketahui apa alasan penembakan tersebut. Namun, kemungkinan, mereka tidak sadar telah berjalan masuk ke wilayah yang terlarang.

Kedua remaja yang mengalami peristiwa malang ini adalah Jerson Lopez de Leon (18 tahun) dan sepupunya, Daniel Moises Picen (17 tahun). Akibat penembakan itu, Jerson tewas saat dalam penanganan di rumah sakit, sedangkan Daniel mengalami luka berat.

Ibu dari Jerson, Rosalinda, mengaku anaknya keluar rumah bersama sang sepupu untuk memainkan game augmented reality (AR) tersebut.

"Saya tidak tahu kenapa dia keluar. Tetapi, saat itu dia sudah bersiap untuk tidur dan sepupunya mengirim pesan, memintanya keluar untuk men-download game, beberapa blok dari rumah," ujarnya.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari News.com, Jumat (22/7/2016), polisi setempat menyebutkan bahwa penembakan terjadi di sebuah jalan yang bersisian dengan rel kereta. Tepatnya berada di daerah Chiquimula, sekitar 200 kilometer dari Guatemala City.

Baca: Pokemon Go Dapat Peringatan dari Polisi

Kepolisian belum mengetahui motif di balik penembakan tersebut. Mereka hanya berpendapat bahwa kedua remaja mengikuti peta permainan Pokemon Go dan tak sadar telah masuk ke wilayah yang berbahaya atau terlarang.

Di tempat kejadian perkara, polisi menemukan ada 20 selongsong peluru, sisa dari peristiwa penembakan itu. Hingga sekarang, mereka masih mencari mobil putih yang diketahui melarikan diri dari lokasi tersebut.

Kasus kematian pertama akibat Pokemon Go?

Kematian naas ini kemungkinan merupakan kasus kematian pertama yang melibatkan permainan Pokemon Go. Walaupun demikian, tak ada petunjuk pasti untuk mengindikasikan bahwa permainan tersebut sepenuhnya "bertanggung jawab".

Sementara itu, di berbagai belahan dunia, pemerintah berusaha memperingatkan pemain Pokemon Go agar berhati-hati dan tetap waspada dengan situasi sekelilingnya.

Jepang baru-baru ini mengeluarkan peringatan agar pemain Pokemon Go tidak menggunakan nama asli dan waspada terhadap risiko heat stroke, yang banyak terjadi saat musim panas.

Peringatan paling mengerikan datang dari Bosnia. Pemain di negeri ini diberi peringatan agar hati-hati dan tidak sembarangan melangkah ke area berbahaya di sana, terutama yang masih memiliki ranjau darat.

Pasalnya, di sana masih ada sekitar 120.000 ranjau darat aktif yang terkubur di wilayah tertentu. Ranjau ini merupakan sisa-sisa Perang Bosnia antara tahun 1992 dan 1995.

Sejak konflik tersebut berakhir, sudah ada 600 orang yang terbunuh akibat tak sengaja menginjak ranja darat.

Sebuah lembaga amal, Posavina bez mina, yakin Pokemon Go berpotensi untuk membuat korban ranjau itu meningkat. Karena itu, mereka langsung mengeluarkan peringatan.

Baca: Pemain Pokemon Go Kembali Temukan Mayat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arti Kata Gaslighting yang Jadi Word of The Year 2022

Arti Kata Gaslighting yang Jadi Word of The Year 2022

Internet
Polisi China Razia Ponsel Warga , Cek Aplikasi Instagram, Twitter, Telegram Warga

Polisi China Razia Ponsel Warga , Cek Aplikasi Instagram, Twitter, Telegram Warga

Gadget
Daftar Lengkap Harga Set Top Box TV Digital, Mulai Rp 100.000

Daftar Lengkap Harga Set Top Box TV Digital, Mulai Rp 100.000

e-Business
33 Set Top Box Harga Rp 200.000-an buat Nonton Siaran TV Digital

33 Set Top Box Harga Rp 200.000-an buat Nonton Siaran TV Digital

Hardware
15 Hal tentang Migrasi TV Analog ke TV Digital yang Wajib Diketahui

15 Hal tentang Migrasi TV Analog ke TV Digital yang Wajib Diketahui

e-Business
Miliarder dan Bos Kripto Rusia Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Miliarder dan Bos Kripto Rusia Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

e-Business
TV Digital Tidak Ada Sinyal Siaran? Begini 4 Cara Mengatasinya

TV Digital Tidak Ada Sinyal Siaran? Begini 4 Cara Mengatasinya

e-Business
Siaran TV Analog Resmi Dimatikan di Bandung, Batam, Semarang, Solo, Yogya, dan Surabaya

Siaran TV Analog Resmi Dimatikan di Bandung, Batam, Semarang, Solo, Yogya, dan Surabaya

Internet
Peluncuran Xiaomi 13 Ditunda Karena China Berduka

Peluncuran Xiaomi 13 Ditunda Karena China Berduka

Gadget
[POPULER TEKNO] Cara Buat Spotify Wrapped 2022 | Infinix Zero 5G 2023 Harga Rp 3 Jutaan | Akhir Perseteruan Elon Musk Vs Apple

[POPULER TEKNO] Cara Buat Spotify Wrapped 2022 | Infinix Zero 5G 2023 Harga Rp 3 Jutaan | Akhir Perseteruan Elon Musk Vs Apple

Internet
45 Link Download Twibbon Hari Disabilitas Internasional 2022 dan Cara Pakainya

45 Link Download Twibbon Hari Disabilitas Internasional 2022 dan Cara Pakainya

Internet
Pengertian Binary Search, Cara Kerja, dan Keunggulannya

Pengertian Binary Search, Cara Kerja, dan Keunggulannya

Software
Apakah Menggunakan Ponsel Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?

Apakah Menggunakan Ponsel Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?

Gadget
Harga MacBook Air dan MacBook Pro di Indonesia Diskon hingga Rp 2 Juta

Harga MacBook Air dan MacBook Pro di Indonesia Diskon hingga Rp 2 Juta

Gadget
Tabel Spesifikasi dan Harga Xiaomi 12T 5G di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Xiaomi 12T 5G di Indonesia

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.