Menkominfo Tanggapi Tudingan Miring Tender Palapa Ring Timur

Kompas.com - 26/07/2016, 13:31 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memaparkan program kerja Kemenkominfo saat mengunjung kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (17/3/2016). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memaparkan program kerja Kemenkominfo saat mengunjung kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (17/3/2016).
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara angkat bicara soal kekalahan konsorsium XL-Indosat yang mengikuti tender Palapa Ring Paket Timur.

Seperti diketahui, tender Palapa Ring Paket Timur dimenangkan oleh konsorsium Moratelindo-IBS-Smart Telecom. Sedangkan Konsorsium XL-Indosat kalah karena didiskualifikasi.

Jika ada peserta yang didiskualifikasi karena tidak memenuhi syarat administrasi, menurut Rudiantara, itu kesalahan peserta tender sendiri.

“Ya itu salah mereka sendiri (didiskualifikasi), syarat administrasi kan harus dipenuhi,” ujarnya saat ditemui usai menyaksikan Penandatanganan Pembiayaan Bank Mandiri untuk Palapa Ring Paket Barat di Jakarta, Senin (25/7/2016).

Rudiantara juga menyatakan tidak tahu-menahu soal dugaan bahwa ada keanehan dalam tender Palapa Ring Paket Timur dan desas-desus bahwa konsorsium XL-Indosat sengaja mengalah. Menurutnya, tender itu bukan hanya urusan Kemenkominfo saja, melainkan banyak pihak yang terlibat.

“Saya nggak tahu (soal konsorsium XL-Indosat mengalah), tender itu tidak dilakukan oleh Kominfo sendiri, banyak pihak yang terlibat di tender itu,” pungkasnya.

Baca: Tender Palapa Ring Timur Dinilai Tidak Transparan

Sebelumnya, tudingan miring tentang proyek palapa Ring bagian Timur sempat dilontarkan oleh Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala.

Menurutnya, aneh jika konsorsium yang terdiri atas perusahaan sebesar XL Axiata dan Indosat Ooredoo bisa kalah tender hanya karena tidak bisa memenuhi syarat administrasi.

“Konsorsium itu isinya Indosat dan XL Axiata. Keduanya bukan pemain ecek-ecek. Masa gugur karena syarat administrasi," pungkas Kamilov.

Kamilov pun menyarankan agar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ikut turun tangan meninjau proses dan hasil tender Palapa Ring Paket Timur.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X