Kompas.com - 28/07/2016, 17:21 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membungkuk, sebagai penghormatan, di depan tugu peringatan peristiwa serangan bom atom Hiroshima, di Hiroshima Peace Memorial Park, barat Jepang, 6 Agustus 2015. Puluhan ribu orang hadir dalam peringatan 70 tahun peristiwa serangan bom atom tersebut. APF PHOTO / KAZUHIRO NOGIPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe membungkuk, sebagai penghormatan, di depan tugu peringatan peristiwa serangan bom atom Hiroshima, di Hiroshima Peace Memorial Park, barat Jepang, 6 Agustus 2015. Puluhan ribu orang hadir dalam peringatan 70 tahun peristiwa serangan bom atom tersebut.
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Ada yang membuat pemerintah Jepang tak senang dengan ekspansi Pokemon Go di negaranya. Bukan karena alasan psikologis, namun lebih ke arah penghormatan sejarah.

Pasalnya, Niantic Labs selaku pengembang Pokemon Go menaruh beberapa Pokestop di Hiroshima Peace Memorial Park, Jepang. Situs bersejarah itu menjadi saksi masa kelam Jepang, di mana ratusan ribu warganya harus meninggal karena bom di Hiroshima pada Agustus 1945 silam.

Keheningan dan penghayatan duka di taman kenangan itu terusik pasca masyarakat ramai berdatangan hanya untuk mencari monster-monster Pokemon, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari NYTimes, Kamis (28/7/2016).

Pemerintah Jepang pun tak tinggal diam. Mereka meminta Niantic Labs untuk menghapus semua Pokestop yang beredar di area Hiroshima Peace Memorial Park.

Niantic Labs diberi tenggat waktu hingga 6 Agustus mendatang untuk membersihkan jejak-jejak Pokemon Go dari kawasan sakral tersebut. Sebab, pada tanggal itu pemerintah hendak mengadakan upacara tahunan memperingati insiden pengeboman.

Niantic Labs enggan berkomentar soal permintaan pemerintah Jepang. Perwakilan studio game buatan John Hanke itu menyebut tak bisa mengungkap isi pembicaraan antara pihaknya dengan pihak ketiga.

Diketahui, bukan cuma pemerintah Jepang yang tak senang dengan penyematan Pokestop di kawasan bersejarah atau sakral. Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat juga mengeluh pada Niantic karena Holocaust Memorial Museum di Washington DC dan Arlington National Cemetery dijadikan titik Pokestop.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada pekan lalu, Niantic akhirnya mencabut titik-titik Pokestop di Holocaust Memorial Museum. Entah perlakuan yang sama juga akan diberlakukan di Jepang atau tidak.

Di Indonesia yang notabene belum menjadi negara resmi Pokemon Go, beberapa tempat juga tak mengindahkan para netizen datang berburu Pokemon liar, antara lain di kawasan DPR/MPR dan Istana Negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.