KOMPAS.com - Uber melakukan merger atau menggabungkan unit bisnisnya di China dengan Didi Chuxing, perusahaan taksi online berbasis aplikasi China yang menjadi saingannya.
Didi Chuxing sendiri merupakan layanan angkutan berbasis online asli China. Perusahaan ini mengucurkan dana 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13 triliun, berdasarkan pada valuasi Uber yang senilai 68 miliar dollar AS atau sekitar Rp 887 triliun.
Sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Next Web, Senin (1/8/2016), perusahaan baru hasil merger tersebut bakal memiliki valuasi gabungan senilai 35 miliar dollar AS atau sekitar Rp 456,5 triliun.
Selama beroperasi di China, Uber bersaing ketat dengan Didi Chuxing. Uber bahkan menggelontorkan dana lebih kurang 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 26 triliun demi memenangkan kompetisi tersebut.
Sedangkan Didi Chuxing pun tak kalah agresif. Perusahaan lokal China ini mengantongi investasi 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13 triliun dari Apple, kemudian membentuk aliansi dengan Ola, Lyft serta GrabTaxi demi melawan Uber.
Penggabungan unit bisnis Uber China dengan Didi Chuxing diharapkan bakal mengurangi ongkos yang dikeluarkan untuk menyaingi rival. Dan setidaknya, Uber berharap bisa mulai mereguk untung dari Negeri Tirai Bambu itu.
Sementara bagi Didi Chuxing, merger ini bakal membuat posisi mereka di pasar China semakin kuat.
Sebelum munculnya kabar merger ini, pemerintah China baru saja mengumumkan peraturan baru yang bakal melegalkan operasional angkutan berbasis online. Pengumuman tersebut terjadi pada akhir Juli lalu.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.