Mobil Grab Dirazia, Ini Komentar Sang Bos

Kompas.com - 01/08/2016, 16:35 WIB
Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat berbicara dalam konferensi Echelon Indonesia 2016 di Jakarta, Selasa (5/4/2016). Oik Yusuf/Kompas.comManaging Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat berbicara dalam konferensi Echelon Indonesia 2016 di Jakarta, Selasa (5/4/2016).
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Sejumlah 7 unit mobil, dari total 11 unit angkutan berbasis online yang terkena razia, adalah layanan GrabCar. Hingga kini mobil tersebut belum dijemput oleh pemiliknya.

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata tak bicara banyak saat ditanya mengenai pengurusan mobil yang ditangkap tersebut.

Menurutnya, saat ini perusahaan masih dalam berupaya mengumpulkan informasi terkait penangkapan. Selain itu, Grab juga dijadwalkan bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Senin (1/8/2016) pukul 04.00 sore ini.

"Kami belum bisa berkomentar dulu karena sekarang masih cari info soal kendaraan yang ditangkap. Selain itu hari ini kami akan bertemu dengan Menhub, Pak Budi Karya," terang Ridzky saat dihubungi KompasTekno.

"Pastinya kami sangat menghargai perhatian pemerintah dan Menhub dalam hal ini dan berusaha untuk memenuhi syarat yang diberikan," imbuhnya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan razia di sejumlah tempat, antara lain Mal Kelapa Gading, Mal of Indonesia, Matraman, Cempaka Mas dan Arion. Razia dilakukan pada periode 26-30 Juli 2016.

Alasan penangkapan 11 mobil tersebut, belum mengikuti uji KIR dan tidak dilengkapi kartu pengawasan (KPS) dari Badan Palayanan Terpadu Satu Pintu (BTSP) DKI Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Soal syarat beroperasi, salah satunya uji KIR, sudah pernah disampaikan oleh Kementerian Perhubungan beberapa bulan lalu. Baik Uber, GrabCar dan GoCar sama-sama diberi waktu untuk memenuhinya sebelum 31 Mei 2016.

Seluruh mobil yang terkena razia kini disimpan di Terminal Mobil Barang Pulogebang. Pemilik bisa mengambilnya dengan melengkapai berkas berupa surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, mengikuti sidang di pengadilan, melengkapi surat pengambilan kendaraan, terakhir membayar retribusi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.